PEKANBARU, pilarfakta.id – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan. Langkah ini dipertegas langsung oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang menempatkan pemerintah sebagai garda terdepan dalam upaya pemberantasan narkotika.
Dikatakan, bahwa Pemprov Riau terus mendorong penguatan kebijakan serta sinergi lintas sektor. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Pada kesempatan ini saya tegaskan Pemerintah Provinsi Riau berdiri di barisan depan mendukung penuh langkah pemberantasan. Kami siap memperkuat kebijakan mendukung dari sisi kelembagaan serta memastikan seluruh perangkat daerah terlibat aktif dalam gerakan ini,” ujar Plt Gubri SF Hariyanto di Halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Sabtu (25/04).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskan, tantangan peredaran narkoba saat ini semakin kompleks dan tidak bisa hanya ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan menyeluruh dari berbagai elemen agar upaya ini benar-benar efektif. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman narkoba yang dapat merusak kehidupan masyarakat.
“Perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab kita semua pemerintah, masyarakat, keluarga, bahkan individu. Kita tidak ingin Riau dikenal sebagai jalur atau pintu masuk narkoba internasional,” jelasnya.
Menurutnya, posisi strategis wilayah Riau menjadikan daerah ini rawan dimanfaatkan sebagai jalur distribusi narkoba. Oleh karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.
Plt Gubri SF Hariyanto menerangkan bahwa persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan semata, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda di daerah tersebut.
“Ini bukan hanya soal keamanan, tetapi soal masa depan generasi kita. Hari ini kita tidak hanya fokus pada pendidikan, tapi juga memperkuat pencegahan secara masif dan berkelanjutan,” terangnya.
Degan begitu upaya pencegahan harus dilakukan melibatkan berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan dan lingkungan sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak boleh bersifat seremonial, melainkan harus menyentuh langsung masyarakat di berbagai lapisan.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh pihak dapat membangun gerakan bersama yang solid dalam memerangi narkoba. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga Riau dari ancaman narkotika.
“Kita harus hadir di tengah masyarakat, masuk ke sekolah, kampus, dan lingkungan sosial. Kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa narkoba adalah musuh bersama.” pungkasnya.”




















