Srikandi Penjaga Marwah: Kala Perempuan Riau Memahat Adab dalam Gerak Zapin

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pilarfakta.id,Pekanbaru – Ribuan perempuan Riau berdiri tegak menari Zapin Massal, mereka laksana menara keanggunan yang tak tergoyahkan. Di tengah riuh rendah derap langkah, sukses memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) di Jalan Gajah Mada Pekanbaru, Minggu (11/1/2026).

Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, memandang syahdu barisan penari yang menyatu dalam irama. Bagi Adrias keterlibatan kaum hawa dalam peristiwa kolosal ini bukan sekadar pemuas mata, melainkan sebuah maklumat strategis bahwa perempuan adalah pemegang kunci wasiat yang menjaga api budaya Melayu agar tetap menyala di tengah badai zaman.

“Tari Zapin Massal ini adalah ikhtiar untuk menunjukkan bahwa perempuan Riau hadir menjaga, merawat, dan menghidupkan warisan Melayu,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Adrias memandang setiap jengkal gerak yang ditarikan adalah bentuk pengabdian suci untuk memastikan bahwa identitas bangsa tidak akan lumat oleh derasnya arus modernitas. Zapin bukanlah sekadar rangkaian gerak fisik yang memikat, melainkan sebentuk “tunjuk ajar” yang hidup dan bernapas dalam setiap hentakannya.

Ada kedisiplinan dalam aturan, namun berpadu indah dengan kesantunan yang lembut, menciptakan sebuah religiusitas yang menjadi fondasi kokoh bagi kehidupan masyarakat Melayu. Nilai-nilai luhur inilah yang ia yakini sebagai kompas moral yang harus terus ditanamkan ke dalam sanubari generasi muda agar mereka tidak kehilangan arah di masa depan.

Keanggunan tarian tersebut kian sempurna dengan balutan busana Kebaya Labuh Kekek yang menutup raga para peserta dengan penuh kehormatan. Busana tradisional ini bukan hanya selembar kain, melainkan simbol jati diri yang mengukuhkan komitmen perempuan Melayu dalam menjaga marwah adat dan marwah agama.

 

Di balik helai kainnya, tersimpan pesan tentang keteguhan prinsip, sebuah identitas bahwa kecantikan sejati seorang perempuan Melayu lahir dari kesantunan yang dipelihara dengan penuh keikhlasan.

Baca Juga:  Monitoring Kawasan Industri Temanggung Tilung: 40 Gedung Terisi, Pemkot Temukan Sejumlah Kendala

“Inilah pesan budaya yang ingin kita sampaikan kepada dunia, bahwa perempuan Melayu mampu tampil percaya diri tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur,” ungkap Adrias.

Melalui busana tersebut, dunia diajak menyaksikan bagaimana keanggunan bisa bersanding mesra dengan komitmen menjaga kehormatan diri. Hal ini menjadi bukti bahwa identitas tradisional bukanlah penghalang untuk tampil di panggung global, melainkan kekuatan autentik yang membedakan mereka dengan yang lain.

Adrias menyaksikan sendiri bagaimana nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan mengalir deras di antara para penari. Keteraturan dalam gerak Zapin mencerminkan bagaimana masyarakat Melayu memandang kehidupan, yakni sebuah harmoni yang hanya bisa dicapai jika setiap individu bergerak dalam keselarasan dan saling menghargai.

Di sana, ego pribadi luluh dalam semangat kolektif, menciptakan sebuah simfoni raga yang mencengangkan dunia. Harapan besar pun disampirkan Adrias kepada pundak generasi muda, agar momentum ini menjadi pemantik rasa cinta yang lebih dalam terhadap akar budaya mereka.

Ia menginginkan agar Zapin dan Kebaya Labuh tidak hanya menjadi penghias panggung seremonial yang megah, namun benar-benar meresap dan dijalani dalam denyut nadi kehidupan sehari-hari. Baginya, sebuah kebudayaan akan benar-benar abadi jika ia tidak hanya dikenang dalam memori, melainkan dipraktikkan sebagai jalan hidup yang bermartabat.

Adrias Hariyanto menyampaikan pesan kuat bahwa budaya Melayu adalah warisan yang harus dijalani dengan bangga. Sinergi antara gerak, busana, dan jiwa yang ditampilkan ribuan perempuan Riau hari ini menjadi monumen peringatan bahwa selama perempuan Melayu masih menari Zapin, selama itu pula adab dan marwah Bumi Lancang Kuning akan tetap terjaga. Sebuah pengabdian tulus yang akan terus bergema melintasi waktu, menjaga jati diri Melayu agar tetap teguh dan abadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Sinergitas dan Kolaborasi, Kapolres Pasuruan Kunjungi Makodim 0819 di HUT ke-81 TNI
PERNYATAAN SIKAP KETUA UMUM HMI CABANG MANDAILING NATAL PERIODE 2024–2025
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Tersangka Pengedar Narkoba Sita 42 Gram Sabu*
PKPA Angkatan 25 Sukses Digelar di Tanggulangin Sidoarjo, Diikuti 20 Peserta dari Berbagai Wilayah di Jawa Timur
Polres Pasuruan ungkap pelajar tewas di Prigen, Pelaku masih Kerabatnya Sendiri
DEMO DINAS PENDIDIKAN, KOMANDAN MADINA DESAK BUPATI COPOT KADIS PENDIDIKAN
Polres Gresik Gandeng Tim Ahli Kaji Jalur Blackspot di Driyorejo*
Khidmat, Polres Humbahas Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026.
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Jaga Sinergitas dan Kolaborasi, Kapolres Pasuruan Kunjungi Makodim 0819 di HUT ke-81 TNI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:02 WIB

PERNYATAAN SIKAP KETUA UMUM HMI CABANG MANDAILING NATAL PERIODE 2024–2025

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Tersangka Pengedar Narkoba Sita 42 Gram Sabu*

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:03 WIB

PKPA Angkatan 25 Sukses Digelar di Tanggulangin Sidoarjo, Diikuti 20 Peserta dari Berbagai Wilayah di Jawa Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Polres Pasuruan ungkap pelajar tewas di Prigen, Pelaku masih Kerabatnya Sendiri

Berita Terbaru