Pemkot Cirebon Bangun Jejaring Perlindungan Anak Melalui Penguatan Guru BK

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon kota.Pilarfakta.id,-Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Guru Bimbingan Konseling (BK) yang dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, di Aula DPPPAPPKB Kota Cirebon, Senin (20/4/2026).

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan membahagiakan bagi setiap anak. Namun, ia mengakui bahwa tantangan di lingkungan pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari dinamika sosial hingga pengaruh perkembangan teknologi informasi yang membuka celah terjadinya berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikis.

“Sekolah seharusnya menjadi tempat paling membahagiakan setelah rumah. Tetapi kita tidak bisa menutup mata bahwa tantangan hari ini semakin kompleks. Karena itu, penanganan kekerasan terhadap anak membutuhkan koordinasi lintas sektor dan komunikasi yang kuat antar pihak,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti pentingnya sistem deteksi dini yang lebih terintegrasi. Menurutnya, seringkali gejala awal permasalahan pada anak terlambat dikenali, sehingga berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Oleh karena itu, forum ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat langkah bersama.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan tiga hal utama kepada para guru BK. Pertama, penguatan deteksi dini terhadap perubahan perilaku siswa sebagai langkah pencegahan awal. Kedua, pentingnya kolaborasi lintas sektor, di mana guru tidak bekerja sendiri dan dapat memanfaatkan dukungan dari perangkat daerah terkait. Ketiga, membangun budaya sekolah yang ramah, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

“Bapak dan Ibu guru adalah mata dan telinga pemerintah di unit pendidikan paling bawah. Tidak hanya mengajar, tetapi juga menjaga kesehatan mental dan masa depan generasi. Karena itu, kami ingin membangun sistem jejaring kerja yang solid, bukan sekadar menambah beban administrasi,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi tempat berkeluh kesah, penengah konflik, sekaligus pelindung bagi anak-anak yang berada dalam situasi rentan. Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas guru sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

Baca Juga:  Kapolresta Cirebon Ikuti Napak Tilas Hari Jadi ke-544, Teguhkan Sinergi dan Pelestarian Sejarah

“Pemerintah Kota Cirebon berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara sekolah, pemerintah, dan berbagai pihak terkait dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak,” harapnya.

Sementara itu, Kepala DPPPAPPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menekankan pentingnya membangun jejaring komunikasi yang kuat antar pemangku kepentingan, khususnya dalam pemenuhan hak anak. Ia menyebutkan bahwa saat ini Pemerintah Kota Cirebon telah memiliki Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) yang secara khusus menangani kasus anak, termasuk anak yang berhadapan dengan hukum.

“Kami berharap melalui pertemuan ini, Bapak dan Ibu dapat saling terhubung, berbagi informasi, dan memanfaatkan jejaring yang sudah ada. UPT PPA hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan haknya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap keputusan yang menyangkut anak harus berlandaskan pada prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Dalam praktiknya, masih ditemukan penyelesaian masalah anak yang kurang tepat, seperti menikahkan anak di usia dini sebagai jalan keluar atas persoalan sosial.

“Kalau kita berbicara tentang anak, prinsip kita adalah kepentingan terbaik bagi anak. Jangan sampai solusi yang diambil justru menimbulkan masalah baru bagi masa depan mereka,” tegasnya.

Selain itu, Suwarso menyoroti peran strategis guru BK sebagai sahabat anak di lingkungan sekolah. Ia berharap ruang konseling dapat menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi siswa untuk berbagi, bukan justru menjadi ruang yang menakutkan.

“Guru BK harus diposisikan sebagai sahabat anak. Jangan sampai anak merasa takut datang ke ruang BK. Dengan begitu, guru bisa memahami perkembangan anak secara utuh dan menjadi bagian dari solusi atas setiap permasalahan yang muncul,” jelasnya.

Biro Cirebon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jatim Gelar MCU Gratis untuk 2.000 Buruh Jelang May Day
Polri Ungkap 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi dalam 13 Hari
Bupati Humbang Hasundutan Pimpin Apel Operasi Gabungan Sadar Pajak Kendaraan Bermotor
Kreativitas Bersinar di TMMD ke-127, Dandim 0819 Pasuruan Serahkan Penghargaan Lomba Jurnalistik
Tragis Seorang Perempuan Tertabrak Kereta Api ,Tubuh Terpotong Menjadi Dua
Halal bihalal PSNB di Sidoarjo berlangsung meriah ,Pererat tali siturrohim sesama seniman.
MEMPERINGATI HARI KARTINI: Semangat Emansipasi Lewat Sosok Ariani, Pemimpin Tangguh di Balik Pilarfakta.id
Polri dan Kementerian Haji Bentuk Satgas Gabungan, atasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ilegal
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 07:42 WIB

Polda Jatim Gelar MCU Gratis untuk 2.000 Buruh Jelang May Day

Selasa, 21 April 2026 - 07:33 WIB

Polri Ungkap 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi dalam 13 Hari

Selasa, 21 April 2026 - 07:28 WIB

Bupati Humbang Hasundutan Pimpin Apel Operasi Gabungan Sadar Pajak Kendaraan Bermotor

Selasa, 21 April 2026 - 05:34 WIB

Kreativitas Bersinar di TMMD ke-127, Dandim 0819 Pasuruan Serahkan Penghargaan Lomba Jurnalistik

Selasa, 21 April 2026 - 05:30 WIB

Tragis Seorang Perempuan Tertabrak Kereta Api ,Tubuh Terpotong Menjadi Dua

Berita Terbaru