Pekanbaru.Pilarfakta.id,-Pembelajaran biologi di sekolah sering menghadapi kendala ketika membahas organisme mikroskopis seperti bakteri. Bakteri merupakan makhluk hidup yang sangat kecil dan hanya dapat diamati
menggunakan mikroskop. Hal ini membuat siswa kesulitan memahami bentuk, struktur, dan peranan bakteri dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, pembelajaran sering hanya berfokus pada hafalan tanpa pemahaman yang mendalam. Selama ini, materi bakteri disampaikan melalui gambar dua dimensi pada buku atau slide. Namun, visualisasi tersebut masih terbatas sehingga siswa sulit membayangkan struktur bakteri secara utuh, seperti dinding sel,
membran sel, sitoplasma, dan flagel. Untuk mengatasi hal tersebut, teknologi Augmented Reality (AR) dapat digunakan sebagai media pembelajaran inovatif. Teknologi ini memungkinkan objek bakteri dalam bentuk tiga dimensi ditampilkan secara nyata melalui smartphone. Dengan AR, siswa dapat melihat bentuk bak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Narasumber:Asifa Zahra




















