261 Hari Menggantung, Ke Mana Arah Penanganan Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Polres Pasuruan Kota?*

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN 31/7/2026 – Sudah 261 hari sejak laporan dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik diterima Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Namun hingga Kamis (30/7/2026), kepastian hukum yang dinantikan pelapor belum juga terlihat. Di tengah telah diterbitkannya Surat Perintah Penyelidikan (SP.Lidik), pemeriksaan saksi, dan agenda klarifikasi terhadap salah satu pihak terlapor, perkembangan penanganan perkara seolah berhenti tanpa penjelasan yang diterima pelapor.

Penelusuran redaksi terhadap dokumen perkara menunjukkan laporan tersebut terdaftar dengan Nomor LPM/SATRESKRIM/416/XI/2025/SPKT/POLRES PASURUAN KOTA/POLDA JAWA TIMUR pada 11 November 2025. Pelapor melaporkan dua orang berinisial M.P.I. dan E.S.N. atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik.

Kasus ini bermula dari terbitnya dua pemberitaan pada Maret 2025 yang memuat narasi menyebut pelapor sebagai “pelakor”. Pada malam hari setelah pemberitaan pertama dipublikasikan, tautannya diduga kembali disebarluaskan melalui sejumlah grup WhatsApp. Keesokan harinya, muncul pemberitaan lain dengan substansi serupa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merasa kehormatan dan nama baiknya dirugikan, pelapor lebih dulu menempuh langkah persuasif dengan mendatangi kantor media yang memuat pemberitaan tersebut untuk meminta klarifikasi. Namun karena tidak memperoleh penyelesaian, perkara kemudian dibawa ke jalur hukum melalui laporan resmi ke Polres Pasuruan Kota.

Laporan tersebut mengacu pada ketentuan mengenai dugaan pencemaran nama baik dan fitnah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Sehari setelah laporan diterima, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor SP.Lidik/1010/XI/RES.1.18./2025/Satreskrim tertanggal 12 November 2025. Penyelidikan ditangani oleh penyidik Unit I Pidana Umum Satreskrim Polres Pasuruan Kota.

Dalam SP2HP tertanggal 12 Februari 2026, penyidik menyampaikan telah memeriksa seorang saksi berinisial H pada 6 Februari 2026 serta menjadwalkan klarifikasi terhadap salah satu pihak yang dilaporkan pada 19 Februari 2026.

Baca Juga:  Bupati Humbahas Tinjau Seleksi Kesamaptaan Calon Paskibraka

Namun, setelah perkembangan tersebut, pelapor mengaku tidak lagi menerima informasi lanjutan mengenai proses penyelidikan. Berdasarkan dokumen yang diperoleh redaksi, belum ditemukan SP2HP lanjutan yang diterima pelapor hingga 30 Juli 2026.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai arah penanganan perkara yang telah berjalan lebih dari delapan bulan. Di satu sisi, proses penyelidikan telah dimulai dan sejumlah langkah telah dilakukan. Di sisi lain, pelapor masih menunggu kepastian mengenai perkembangan maupun tindak lanjut atas laporannya.

«”Saya akan terus mengawal perkara ini sampai tuntas. Harapan saya sederhana, laporan ini diproses secara profesional, objektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar pelapor kepada awak media.»

Pakar hukum pidana kerap menegaskan bahwa kepastian hukum, transparansi proses, dan penyampaian perkembangan perkara kepada pelapor merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Karena itu, setiap perkembangan penanganan perkara diharapkan dapat dikomunikasikan sesuai mekanisme yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota beserta penyidik yang menangani perkara terkait perkembangan penyelidikan tersebut. Redaksi juga membuka ruang hak jawab kepada M.P.I. dan E.S.N. sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini tetap berstatus sebagai pihak yang dilaporkan. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Kabiro Pasuruan, Abdul Rohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Nganjuk Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Lima Tersangka Diamankan*
Dua Oknum Security Diduga Intimidasi dan Halangi Wartawan di Perusahaan Jalan Ness, UU Pers Ancam Pidana 2 Tahun
*Kapolres Gresik Turun Tangan Respons Isak Tangis Warga Korban Pemerasan DC Pinjol*
Humbang Hasundutan Juara Umum Olimpiade Gasing Nasional 2026
AKBP Irawan Setyono Awali Tugas sebagai Kapolres Pasuruan dengan Silaturahmi dan Penguatan Sinergitas
POLRES MADINA AMANKAN PRIA BAWA SABU DAN GANJA DI PANYABUNGAN BARAT MANDAILING NATAL –
Polres Gresik Ungkap Kasus Pembunuhan di Randupadangan Satu Terduga Pelaku Diamankan*
Tekan Kriminalitas, Polres Malang Intensifkan Razia Miras*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Polres Nganjuk Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Lima Tersangka Diamankan*

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Dua Oknum Security Diduga Intimidasi dan Halangi Wartawan di Perusahaan Jalan Ness, UU Pers Ancam Pidana 2 Tahun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:37 WIB

*Kapolres Gresik Turun Tangan Respons Isak Tangis Warga Korban Pemerasan DC Pinjol*

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Humbang Hasundutan Juara Umum Olimpiade Gasing Nasional 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:30 WIB

AKBP Irawan Setyono Awali Tugas sebagai Kapolres Pasuruan dengan Silaturahmi dan Penguatan Sinergitas

Berita Terbaru