ASAL USUL BAHASA MELAYU: CIKAL BAKAL BAHASA INDONESIA YANG MEMBAWA PERSATUAN

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU,pilarfakta.id – Bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari ternyata memiliki akar yang sangat panjang dan kuat dari Bahasa Melayu. Banyak yang belum tahu, bagaimana perjalanan bahasa ini dari masa lampau hingga akhirnya menjadi bahasa nasional dan bahasa negara kita.

Berikut adalah kisah lengkap asal-usul dan perjalanan Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia:
Asal-Usul Geografis dan Sejarah
Bahasa Melayu termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia, yang menyebar luas dari Asia Tenggara hingga Kepulauan Pasifik. Menurut para ahli linguistik, bahasa ini diperkirakan berasal dari wilayah barat Pulau Kalimantan atau pesisir timur Sumatera, khususnya daerah Riau dan Jambi.

Bukti tertulis tertua mengenai penggunaan Bahasa Melayu ditemukan pada prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 Masehi, seperti Prasasti Kedukan Bukit (683 M) dan Prasasti Talang Tuo (684 M) di Palembang, yang menggunakan aksara Pallawa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjadi Bahasa Perhubungan (Lingua Franca)
Sejak zaman dahulu, Bahasa Melayu memiliki peran penting sebagai bahasa penghubung. Hal ini karena:
Digunakan oleh kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Kesultanan Malaka sebagai bahasa resmi, perdagangan, dan kebudayaan.

Mudah dipelajari, sederhana dalam tata bahasa, dan tidak mengenal tingkatan tutur (seperti bahasa Jawa yang memiliki krama inggil), sehingga mudah diterima oleh berbagai suku bangsa.
Menyebar ke seluruh Nusantara dan bahkan hingga ke Asia Tenggara seiring dengan jalur perdagangan laut dan penyebaran agama Islam.
Karena itulah, Bahasa Melayu menjadi bahasa yang paling dikenal dan dipakai oleh masyarakat dari berbagai latar belakang di wilayah kita.

Baca Juga:  Menyingkap Dugaan Mafia Haji 2026: Modus Petugas Haji Palsu, Kemenhaj Dalami Kemungkinan Keterlibatan Oknum Internal

Perubahan Nama Menjadi “Bahasa Indonesia”
Pada masa pergerakan nasional, para pemuda menyadari pentingnya memiliki satu bahasa persatuan untuk menyatukan berbagai suku dan budaya yang ada di Nusantara.

Pada tahun 1926, tokoh pergerakan M. Tabrani mengusulkan agar nama “Bahasa Melayu” diganti menjadi “Bahasa Indonesia” agar lebih mencerminkan identitas bangsa yang merdeka.
Usulan ini kemudian disahkan dan diperkuat melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, yang menyatakan: “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.

Menjadi Bahasa Negara
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, posisi bahasa ini semakin kokoh.Pada tanggal 18 Agustus 1945, dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36, secara resmi ditetapkan bahwa Bahasa Indonesia adalah Bahasa Negara.
Meskipun namanya berubah, Bahasa Indonesia pada dasarnya tetap merupakan pengembangan dari Bahasa Melayu, khususnya ragam Bahasa Melayu Riau yang menjadi dasarnya. Seiring waktu, bahasa ini terus berkembang, menyerap kosakata baru dari berbagai bahasa daerah maupun bahasa asing, sehingga menjadi kaya dan dinamis seperti yang kita gunakan sekarang.

Redaksi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DZIKIRUL MAULID & YAUMUL MILAD: MENELADANI AKHLAK, MENINGKATKAN CINTA KEPADA RASULULLAH SAW
Keluarga Besar Pilar Fakta ID Mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Ibu Irma — Istri Terkasih Bapak Abi Agus, Pembina Majelis Sholawat Shifa’ul Qulub
Selamat Ulang Tahun untuk Ibu Irma — Pendamping Sejati Pemimpin & Pembina Majelis Sholawat Shifa’ul Qulub Bapak Abi Agus
Rawat Ekosistem Gunung Pundak, Yayasan Suaka Semesta Indonesia Ajak Masyarakat Bijak Menikmati Alam
Kades Sidokepung Ajak Warga Bersatu Lewat Karnaval Budaya HUT RI ke-81
Dugaan Pembekingan LSD di Genteng Jangan Berhenti Jadi Narasi: Aktivis Minta Bukti Dibuka, Bukan Opini yang Dilempar
Parade Daul Combodug Pangarengan 2026 Meriah, Pornama e Pangarengan Jilid II Digelar Dua Hari
ANTARA JANJI DAN KONSISTENSI — PESAN UNTUK SETIAP INFORMAN Oleh: Pilar Fakta ID — Media Mitra Indonesia 1  
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 11:00 WIB

DZIKIRUL MAULID & YAUMUL MILAD: MENELADANI AKHLAK, MENINGKATKAN CINTA KEPADA RASULULLAH SAW

Rabu, 16 September 2026 - 03:21 WIB

Keluarga Besar Pilar Fakta ID Mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Ibu Irma — Istri Terkasih Bapak Abi Agus, Pembina Majelis Sholawat Shifa’ul Qulub

Selasa, 15 September 2026 - 22:15 WIB

Selamat Ulang Tahun untuk Ibu Irma — Pendamping Sejati Pemimpin & Pembina Majelis Sholawat Shifa’ul Qulub Bapak Abi Agus

Senin, 14 September 2026 - 12:03 WIB

Rawat Ekosistem Gunung Pundak, Yayasan Suaka Semesta Indonesia Ajak Masyarakat Bijak Menikmati Alam

Minggu, 13 September 2026 - 10:50 WIB

Kades Sidokepung Ajak Warga Bersatu Lewat Karnaval Budaya HUT RI ke-81

Berita Terbaru