PELALAWAN, 14 Agustus 2026 — Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, pada Jumat pagi. Peristiwa ini sempat membuat warga dan pengguna jalan panik serta mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi pihak kepolisian dan saksi mata di lokasi, peristiwa berlangsung sebagai berikut:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Waktu Kejadian
± 10.50 WIB Sebuah mobil Daihatsu Terios warna hitam melintas ke Pompa 2 untuk mengisi BBM jenis Pertalite sebanyak 32 liter
Saat pengisian Mesin mobil dalam kondisi mati. Pengemudi yang bernama Ari terpantau sedang melakukan panggilan video (video call) menggunakan telepon seluler
Setelah pembayaran selesai Pengemudi menghidupkan mesin mobil → seketika terdengar bunyi ledakan, asap keluar dari kap mesin, kaca pintu pengemudi pecah
Seketika Api muncul dari dalam kabin mobil, menyambar dispenser Pertalite, membesar dengan cepat, menjalar ke Pompa 1 dan Pompa 2, serta merembet ke bagian atap SPBU dan dispenser BBM jenis Solar
± 11.45 WIB Api berhasil dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran — proses pemadaman berlangsung sekitar 55 menit
1 unit mobil Daihatsu Terios hangus terbakar
2 unit pompa BBM rusak berat (Pompa 1 — Pertamax/Pertalite, Pompa 2 — Pertalite)
Bagian atap bangunan SPBU ikut terbakar
Pengemudi Ari mengalami luka bakar di bahu kanan, namun meninggalkan lokasi dan keberadaannya hingga saat ini belum diketahui
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini
Pihak kepolisian melalui Kanit Reskrim Polsek Bunut, IPDA Andrinaldi SH dan Kasi Humas Polres Pelalawan, AKP Thomas Bernandes Siahaan membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan hasil pemeriksaan awal:
1. Dugaan sementara: Saat pengemudi menghidupkan mesin, muncul percikan api/korsleting kelistrikan yang memicu kobaran api dari dalam kabin mobil
2. Ditemukan sejumlah jeriken di dalam mobil → diduga mobil tersebut digunakan untuk mengangkut/melangsir BBM
3. Penggunaan telepon seluler saat pengisian BBM masih diselidiki hubungannya dengan munculnya percikan api
4. Keberadaan pengemudi bernama Ari masih dicari oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut
5. Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara membenarkan peristiwa dan menyatakan anggota telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengendara dan pengguna SPBU:
DILARANG KERAS menggunakan telepon seluler serta menghidupkan/mematikan mesin kendaraan secara sembarangan saat berada di area pengisian BBM. Percikan api sekecil apapun dapat memicu kebakaran yang berakibat fatal. Selalu pastikan mesin mati, tidak ada percikan api, dan hindari penggunaan alat elektronik selama berada di area SPBU.
Pihak kepolisian (Polsek Bunut dibantu Polres Pelalawan) masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, menelusuri keberadaan pengemudi, serta memeriksa dugaan pelanggaran pengangkutan BBM. Perkembangan terbaru akan disampaikan setelah ada hasil pemeriksaan resmi.
Redaksi




















