Saatgas Percepatan MBG Riau Dorong SPPG Terpencil Gunakan dan Perkuat Pangan Lokal

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


PEKANBARU – Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Riau, Wiwik Suryani, menegaskan pentingnya pengelolaan pangan yang baik di SPPG, terutama yang berada di wilayah terpencil. Ia mengatakan bahwa setiap dapur-dapur di daerah tersebut harus memenuhi kriteria penyimpanan pangan yang memadai agar ketersediaan bahan makanan tidak terhambat.

“Terkait komoditas pangan, memang ini di daerah terpencil, tentu ada kriteria dari usulan dapur di daerah terpencil ini bahwa mereka harus memiliki penyimpanan untuk berbagai komoditas. Sehingga tidak terjadi keterbatasan pangan,” kata Wiwik, di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (28/10/2025).

Dijelaskan, kemampuan penyimpanan pangan yang baik menjadi syarat utama agar program MBG berjalan lancar. SPPG yang berada di lokasi sulit dijangkau harus mampu menampung stok bahan pangan dalam jumlah cukup, terutama untuk menghadapi kemungkinan keterlambatan distribusi akibat faktor medan maupun cuaca ekstrem.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Makanya, mereka sudah harus memperhitungkan skala kebutuhan dari jumlah pangan yang dibutuhkan. Kami pemerintah provinsi selalu terbuka untuk komunikasi dan koordinasi,” jelasnya.

Dengan perencanaan yang tepat, setiap SPPG Terpencil dapat memastikan bahwa semua penerima manfaat tetap memperoleh menu bergizi sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. Selain soal ketersediaan, Wiwik menyoroti pentingnya pemberdayaan pangan lokal dalam pelaksanaan program MBG di wilayah terpencil.

Baca Juga:  BELAJAR BIOLOGI JADI LEBIH SERU! MODEL KONTEKSTUAL BANTU TINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Ia berharap SPPG Tepencil tidak hanya menjadi tempat penyaluran makanan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar melalui pemanfaatan hasil bumi setempat.

“Diharapkan juga ini nanti akan dapat menghidupkan kontribusi pangan lokal,” harapnya.

Diterangkan, bahan pangan seperti sayur-sayuran, ikan, dan hasil pertanian khas daerah bisa menjadi komponen utama menu MBG, selama memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

Dengan demikian, keberadaan dapur SPPG mampu menghidupkan rantai ekonomi lokal, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.

“Supaya dapur-dapur itu bisa menggalakkan pangan lokal yang ada di daerah tempatan tersebut. Jadi, masyarakat tempatan bisa merasakan manfaatnya,” terangnya.

Ia juga menyebut bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam penyediaan bahan pangan akan memperkuat manfaat terhadap program MBG. Selain meningkatkan kualitas gizi anak, program ini juga diharapkan menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tingkat daerah.

“Jadi, kita ingin dapur-dapur ini tidak hanya memberi makan gratis kepada anak, tetapi juga menumbuhkan ekonomi serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat lokal,” pungkasnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Legalisasi Tambang Emas Kuansing Ditargetkan Jadi Solusi Ekonomi Warga
Pengembangan Kasus PETI, Polda Riau Sita Ratusan Gram Emas dari Toko Syafira
Polisi: Bongkar Jaringan Narkoba di Kampar, Dua Terduga Pengedar Diamankan, Polisi Sita Sabu dan Pil Ekstasi
Ketua Persaudaraan Masyarakat Lampung Provinsi Riau Wilayah Kuantan Singingi, Edi Slamet Tegakkan Visi Harmoni dan Persatuan
Ekskavator Merajalela di Pintu Gobang dan Merbau Kari, PETI Diduga Bermodal Besar; Nama Inisial ILHAM Mencuat, APH Diminta Segera Bertindak
Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal Lepas Keberangkatan Jenazah Kadis Kominfoss Kuansing H. Doni Aprialdi
Pemprov Riau Ajak Perguruan Tinggi Swasta Perkuat Mutu Pendidikan dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Plt Gubri Serahkan Data Tunggakan Pajak, Rp20,7 Miliar Jadi Bidikan Kuansing
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Legalisasi Tambang Emas Kuansing Ditargetkan Jadi Solusi Ekonomi Warga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Pengembangan Kasus PETI, Polda Riau Sita Ratusan Gram Emas dari Toko Syafira

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Polisi: Bongkar Jaringan Narkoba di Kampar, Dua Terduga Pengedar Diamankan, Polisi Sita Sabu dan Pil Ekstasi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Ketua Persaudaraan Masyarakat Lampung Provinsi Riau Wilayah Kuantan Singingi, Edi Slamet Tegakkan Visi Harmoni dan Persatuan

Senin, 6 Juli 2026 - 06:21 WIB

Ekskavator Merajalela di Pintu Gobang dan Merbau Kari, PETI Diduga Bermodal Besar; Nama Inisial ILHAM Mencuat, APH Diminta Segera Bertindak

Berita Terbaru