Pilarfakta.Id – Sungai Siak, dulunya dikenal sebagai Sungai Jantan, adalah sungai terdalam di Indonesia (mencapai 30 meter pada masa lalu, kini
18 meter) yang terletak di Provinsi Riau. Sungai ini merupakan urat nadi sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura, menjadi jalur perdagangan strategis, serta pusat perkembangan budaya Melayu sejak abad ke-18.
Berikut adalah poin-poin penting sejarah Sungai Siak:
Asal-Usul Nama: Dahulu dikenal sebagai Sungai Jantan. Nama Siak diyakini berasal dari nama tumbuhan siak-siak, atau dikaitkan dengan kelompok pendiri Kesultanan Siak yang taat beragama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pusat Kesultanan Siak: Sungai ini menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang didirikan oleh Raja Kecil pada tahun 1722.
Jalur Perdagangan Strategis: Pada masa lampau, sungai ini menjadi jalur transportasi utama untuk mengangkut hasil bumi seperti timah, emas, dan hasil perkebunan dari pedalaman (Minangkabau) ke Selat Malaka.
Arus Perdagangan Internasional: Kapal-kapal dagang dari Arab, India, dan Eropa pernah melintasi sungai ini untuk berniaga.
Saksi Sejarah Penjajahan: Di tepian sungai ini terdapat situs bersejarah seperti tangsi Belanda dan Istana Siak Sri Indrapura.
Kondisi Saat Ini: Sungai Siak menjadi pusat ekonomi Riau dengan adanya industri (kelapa sawit, kertas) dan kini dikembangkan sebagai kawasan wisata Water Front City di Pekanbaru dan Siak.
Sungai Siak mengalir sejauh lebih dari 300 km dan memiliki peranan krusial sebagai saksi kejayaan maritim Melayu.














