Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan berdiri menatap nanar bangkai seekor gajah sumatera yang tewas mengenaskan

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELALAWAN,pilarfakta.id – Suasana duka menyelimuti Desa Lubuk Kembang Bunga, Sabtu (7/2/2026). Di tengah rimbunnya hutan Kecamatan Ukui, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan berdiri menatap nanar bangkai seekor gajah sumatera yang tewas mengenaskan.

Kehadiran jenderal bintang dua ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah sinyal tegas bahwa genderang perang terhadap pemburu satwa liar telah ditabuh dengan kekuatan penuh.

Tragedi ini teramat memilukan. Gajah malang tersebut ditemukan dalam posisi duduk tak berdaya, dengan kepala terputus dan gading yang telah raib digondol pelaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta di lapangan semakin mengejutkan saat tim menemukan dua proyektil logam yang bersarang di tubuh raksasa lembut tersebut. Bukti ini mengonfirmasi bahwa sang “penjaga hutan” ini tidak mati secara alami, melainkan dieksekusi secara dingin dengan senjata api sebelum akhirnya dibantai demi materi.

Irjen Herimen, sapaan akrab Kapolda Riau, mengungkapkan ponselnya tak henti bergetar sejak berita ini mencuat. Gelombang protes, kritik, hingga kecaman mengalir deras dari seluruh penjuru Indonesia.

“Saya memahami kemarahan publik. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan luka mendalam bagi keadilan dan nilai kemanusiaan kita. Gajah adalah identitas ekosistem Riau yang harus kita jaga, bukan untuk diburu,” tegasnya dengan nada bicara yang bergetar.

Herimen memastikan tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku untuk bersembunyi. Dengan dukungan penuh dari Satuan Brimob, Reserse Kriminal, hingga BBKSDA Riau, investigasi kini dilakukan dengan standar tertinggi.

Kapolda menegaskan institusinya berdiri di garda terdepan bersama masyarakat untuk memastikan bahwa setiap nyawa satwa yang dilindungi memiliki harga yang sangat mahal di mata hukum.

Baca Juga:  Polresta Cirebon Buka Penitipan Kendaraan Gratis, Jamin Keamanan Warga Selama Nataru 2025–2026

Senjata utama dalam pengusutan kasus ini adalah Scientific Crime Investigation (SCI). Polisi tidak lagi hanya mengandalkan pengakuan saksi, melainkan bukti otentik yang tak terbantahkan. Sampel tanah, bercak darah, hingga jaringan biologis di lokasi kejadian telah dikumpulkan untuk dianalisis secara forensik di laboratorium.

Pendekatan berbasis sains ini bertujuan agar proses hukum berjalan objektif, transparan, dan mampu menyeret pelaku hingga ke meja hijau tanpa celah.

Ketegasan hukum ini pun diperkuat dengan penerapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024. Regulasi terbaru mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati ini memberikan daya pukul yang lebih kuat bagi aparat penegak hukum untuk menjerat jaringan pemburu liar.

Irjen Herimen memastikan siapa pun yang terlibat, baik eksekutor lapangan maupun penadah hasil kejahatan, akan menghadapi konsekuensi hukum yang sangat berat.

Dalam rombongan tersebut, hadir pula deretan pejabat utama Polda Riau seperti Kombes Ade Kuncoro Ridwan dan Kombes Hasyim Risahondua, yang menunjukkan betapa seriusnya kasus ini ditangani.

Kolaborasi lintas satuan ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengungkap dalang di balik hilangnya gading-gading kebanggaan Riau tersebut.

Sebagai penutup, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam dan berani bersuara. Sekecil apa pun informasi mengenai pergerakan mencurigakan atau perdagangan gading ilegal sangat berarti bagi tim penyidik.

“Negara tidak boleh kalah oleh kejahatan lingkungan. Mari kita tutup rapat ruang gerak para kriminal ini demi masa depan anak cucu kita dan kelestarian alam Riau,” pungkasnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Mojokerto Kota Bersama Warga Gagalkan Perang Sarung
Polri Peduli : Polres Lumajang Salurkan Bantuan untuk Lansia Sebatangkara
Gerakan Nasional ASRI: Polrestabes Surabaya Bersihkan Kawasan Jembatan Merah
Satresnarkoba Polres Pasuruan Tangkap Pengedar Sabu 10,33 Gram di Beji
Bupati tegaskan Pelayanan dengan Kualitas Terbaik saat hadiri Launching SPPG Holong Ondolan Indonesia Emas di Kecamatan Onan Ganjang
Gandeng Universitas Riau, Penguatan Posbankum Cinta Raja Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Diseminasi Hukum
Wow! Petaka yang didapat Niat Basmi Sarang Tawon pria Ini Justru Sebabkan Lahan Terbakar 3 Hektare
Mantan Wartawan: Bupati Siak Konsultasi ke SKK Migas, Optimis BSP Rebound dan Dongkrak PAD
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:51 WIB

Polres Mojokerto Kota Bersama Warga Gagalkan Perang Sarung

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:21 WIB

Polri Peduli : Polres Lumajang Salurkan Bantuan untuk Lansia Sebatangkara

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:18 WIB

Gerakan Nasional ASRI: Polrestabes Surabaya Bersihkan Kawasan Jembatan Merah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:15 WIB

Satresnarkoba Polres Pasuruan Tangkap Pengedar Sabu 10,33 Gram di Beji

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:13 WIB

Bupati tegaskan Pelayanan dengan Kualitas Terbaik saat hadiri Launching SPPG Holong Ondolan Indonesia Emas di Kecamatan Onan Ganjang

Berita Terbaru

Daerah

Polres Mojokerto Kota Bersama Warga Gagalkan Perang Sarung

Sabtu, 21 Feb 2026 - 09:51 WIB