Humbahas,pilarfakta.id –Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Humbang Hasundutan menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan daerah melalui sektor pariwisata, khususnya pengembangan kawasan Danau Toba, termasuk Toba Caldera Resort yang dikelola oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).
Dukungan tersebut disampaikan dalam Diskusi Internal GAMKI Kabupaten Humbang Hasundutan bersama calon pengurus DPC GAMKI periode 2026–2029 yang digelar di Sekretariat GAMKI, Jl. Merdeka No. 128, Doloksanggul, Jumat (17/4/2026).
Diskusi ini dihadiri Ketua Terpilih DPC GAMKI Humbang Hasundutan periode 2026–2029, tim formatur, serta calon pengurus. Agenda utama yang dibahas meliputi penyusunan program kerja organisasi secara proaktif, termasuk upaya membangun sinergi dengan berbagai pihak strategis.
Adapun pihak-pihak yang menjadi fokus kolaborasi antara lain Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, BPODT, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda setempat.
Ketua Terpilih DPC GAMKI Humbang Hasundutan, Hotlan Sihotang, menegaskan bahwa organisasinya siap menjadi mitra strategis dalam mendorong percepatan pembangunan pariwisata di daerah.
“GAMKI Humbang Hasundutan hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari solusi. Kami siap bersinergi dengan BPODT, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan kawasan Danau Toba benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hotlan.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan investasi di Kabupaten Humbang Hasundutan. Menurutnya, minimnya investor yang masuk secara mandiri menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan ekosistem yang kondusif agar investor tertarik berinvestasi. Di sinilah peran GAMKI untuk turut mendorong iklim yang mendukung melalui kolaborasi dengan BPODT dan Kementerian Pariwisata,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, GAMKI juga mencatat bahwa pembangunan dan pembenahan fasilitas umum di kawasan Danau Toba, termasuk di Humbang Hasundutan, telah berjalan, namun masih membutuhkan percepatan dan pembenahan yang lebih serius.
Sebagai informasi, pemerintah pusat telah membentuk BPODT melalui Peraturan Presiden RI Nomor 49 Tahun 2016 sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang bertugas mengelola kawasan Danau Toba secara profesional. BPODT mengedepankan sinkronisasi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pengembangan investasi serta industri pariwisata.
Dalam zona otoritatifnya, BPODT berfokus pada pembangunan Toba Caldera Resort seluas 386,72 hektare di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.
GAMKI Humbang Hasundutan menilai capaian BPODT sejauh ini sudah cukup baik, namun tetap memerlukan dukungan seluruh pihak mengingat pengembangan kawasan Danau Toba merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
Secara khusus, Hotlan Sihotang juga mengapresiasi kinerja Kepala BPODT, Jimmy Panjaitan, yang dinilai aktif dan berdedikasi dalam mendorong pembangunan kawasan pariwisata Danau Toba.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan Bapak Jimmy Panjaitan yang konsisten mendorong pembangunan Toba Caldera Resort serta melibatkan delapan pemerintah daerah di kawasan Danau Toba. Semangat kolaboratif ini patut didukung bersama,” ungkapnya.
GAMKI optimistis Toba Caldera Resort berada pada jalur yang tepat untuk berkembang menjadi destinasi wisata modern, berbasis teknologi, dan inklusif, seiring meningkatnya minat investor di sektor pariwisata.
“Kami yakin Danau Toba akan menjadi ‘Bali Baru’, destinasi wisata kelas dunia yang membanggakan Indonesia. Humbang Hasundutan harus menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita besar tersebut,” pungkas Hotlan. (Demak Siburian)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT




















