Cara jitu: wartawan Dapat penghasilan dari perusahaan pers

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pilarfakta.id Jakarta, 16 Mei 2026 – Profesi wartawan bukan hanya soal menulis dan menyebarkan informasi, tapi juga pekerjaan profesional yang memiliki beragam jalur penghasilan, baik sebagai karyawan tetap maupun pekerja mandiri. Berikut adalah penjelasan lengkap cara wartawan mendapatkan penghasilan, sesuai aturan jurnalistik dan hukum yang berlaku.

Gaji Tetap & Tunjangan (Karyawan Media)

Cara utama dan paling umum: bekerja sebagai staf tetap di media cetak, televisi, radio, atau media online. Mendapatkan gaji bulanan, tunjangan kesehatan, transportasi, makan, hingga bonus kinerja. Besaran tergantung pengalaman, jabatan, dan skala media. Redaktur atau pemimpin redaksi tentu berpenghasilan jauh lebih tinggi dibanding wartawan pemula.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Honor Berita / Tulisan (Kontributor & Lepas)

– Dibayar per artikel, per berita, atau per liputan. Tarif bervariasi: Rp50 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung panjang tulisan, kedalaman materi, dan nama besar media.
– Ada sistem per kata (Rp100–Rp500/kata) atau paket bulanan (tetap dibayar berapapun tulisannya, sesuai kesepakatan).
– Bisa mengirim karya ke banyak media sekaligus, asalkan tidak melanggar perjanjian eksklusivitas.

Sistem Berdasarkan Jumlah Pembaca / Kunjungan

Khusus media online atau jaringan media, penghasilan dihitung dari berapa banyak orang membaca berita yang dibuat. Semakin tinggi jumlah pembaca/klik, semakin besar pendapatan yang diterima. Sumbernya berasal dari pendapatan iklan yang terpasang di situs berita tersebut.

Penulisan Advertorial / Konten Bersponsor

Menulis materi informasi yang bersifat promosi atau edukasi atas permintaan instansi, perusahaan, atau lembaga. Wajib diberi label jelas: IKLAN / ADVERTORIAL / KONTEN BERBAYAR, agar pembaca tahu bedanya dengan berita murni. Ini sah dan halal selama tidak mencampuradukkan dengan berita berita fakta atau memanipulasi informasi.

Baca Juga:  Jurnalisme sering disebut sebagai "pilar keempat demokrasi

Menjual Berita Eksklusif & Hasil Liputan

Jika mendapatkan berita penting, unik, atau data hasil riset/investigasi yang belum diketahui umum, wartawan bisa menjual hak tayang atau isi berita ke media lain, baik lokal maupun nasional/internasional. Harganya bisa tinggi, tergantung nilai beritanya.

Kegiatan Pendukung & Keahlian Tambahan

– Menjadi pembicara, narasumber, atau pemateri pelatihan jurnalistik, kehumasan, atau teknik penulisan.
– Menulis buku, laporan, atau materi khusus.
– Membuat konten video, podcast, atau dokumentasi, lalu dimonetisasi lewat iklan atau kerja sama.
– Mengikuti lomba karya jurnalistik, banyak instansi berikan hadiah uang tunai besar bagi karya terbaik.

Pendapatan dari Media Mandiri / Pribadi

Wartawan yang punya kanal sendiri: situs berita, akun YouTube, Instagram, atau TikTok berita. Penghasilan dari:

– Iklan resmi (Google AdSense, iklan langsung perusahaan).
– Dukungan donasi pembaca.
– Langganan konten khusus.
– Kerja sama kemitraan yang transparan.

ATURAN WAJIB DIPATUHI: TIDAK BOLEH!

Semua cara di atas sah dan etis, ASALKAN:
Tidak menerima uang/hadiah untuk mengubah, menutupi, atau memutarbalikkan fakta.
Tidak terima uang agar berita dimuat atau dihapus (suap/pemerasan).
Tetap independen, tidak berpihak, dan jujur.
Tidak merangkap jabatan di LSM/Ormas seperti aturan Dewan Pers & PWI.

Setiap rupiah yang diterima wartawan harus jelas asalnya, tercatat, dan tidak mengganggu kebenaran berita. Itulah bedanya wartawan profesional dengan oknum yang memanfaatkan nama pers untuk keuntungan pribadi.

Berita ini telah diverifikasi kebenarannya dan disajikan oleh Tim Redaksi PilarFakta.id
Sumber: Kode Etik Jurnalistik, Aturan Dewan Pers, Praktik Media di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DZIKIRUL MAULID & YAUMUL MILAD: MENELADANI AKHLAK, MENINGKATKAN CINTA KEPADA RASULULLAH SAW
Keluarga Besar Pilar Fakta ID Mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Ibu Irma — Istri Terkasih Bapak Abi Agus, Pembina Majelis Sholawat Shifa’ul Qulub
Selamat Ulang Tahun untuk Ibu Irma — Pendamping Sejati Pemimpin & Pembina Majelis Sholawat Shifa’ul Qulub Bapak Abi Agus
Rawat Ekosistem Gunung Pundak, Yayasan Suaka Semesta Indonesia Ajak Masyarakat Bijak Menikmati Alam
Kades Sidokepung Ajak Warga Bersatu Lewat Karnaval Budaya HUT RI ke-81
Dugaan Pembekingan LSD di Genteng Jangan Berhenti Jadi Narasi: Aktivis Minta Bukti Dibuka, Bukan Opini yang Dilempar
Parade Daul Combodug Pangarengan 2026 Meriah, Pornama e Pangarengan Jilid II Digelar Dua Hari
YLBH SARANA KEADILAN RAKYAT INDONESIA Lantik Para Koordinator periode 2026 – 2027*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 11:00 WIB

DZIKIRUL MAULID & YAUMUL MILAD: MENELADANI AKHLAK, MENINGKATKAN CINTA KEPADA RASULULLAH SAW

Rabu, 16 September 2026 - 03:21 WIB

Keluarga Besar Pilar Fakta ID Mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Ibu Irma — Istri Terkasih Bapak Abi Agus, Pembina Majelis Sholawat Shifa’ul Qulub

Selasa, 15 September 2026 - 22:15 WIB

Selamat Ulang Tahun untuk Ibu Irma — Pendamping Sejati Pemimpin & Pembina Majelis Sholawat Shifa’ul Qulub Bapak Abi Agus

Senin, 14 September 2026 - 12:03 WIB

Rawat Ekosistem Gunung Pundak, Yayasan Suaka Semesta Indonesia Ajak Masyarakat Bijak Menikmati Alam

Minggu, 13 September 2026 - 10:50 WIB

Kades Sidokepung Ajak Warga Bersatu Lewat Karnaval Budaya HUT RI ke-81

Berita Terbaru