Pilarfakta.id – Daun sambung nyawa (Gynura procumbens) memiliki sejarah panjang sebagai tanaman obat tradisional di berbagai wilayah, terutama di Asia Tenggara dan Afrika. Penggunaannya telah mengakar kuat dalam pengobatan herbal lokal selama berabad-abad.
Asal Usul dan Penyebaran
Tanaman ini diyakini berasal dari wilayah Afrika, India, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia. Di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatra, tanaman ini banyak ditemukan tumbuh liar atau dibudidayakan di pekarangan rumah.
Penggunaan Tradisional
Secara historis, masyarakat lokal, termasuk nenek moyang di Indonesia, telah menggunakan daun sambung nyawa untuk mengobati berbagai penyakit serius. Metode penggunaannya umumnya dengan cara dikonsumsi langsung sebagai lalapan segar atau diolah menjadi air rebusan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa catatan penggunaan tradisional meliputi:
Mengatasi peradangan dan infeksi.
Menurunkan demam dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Membantu penyembuhan penyakit ginjal, disentri, dan infeksi kerongkongan.
Dalam beberapa etnis di Indonesia, digunakan sebagai bagian dari ramuan untuk pengobatan kanker.
Era Modern: Saat ini, penggunaan daun sambung nyawa semakin populer dan telah dikembangkan menjadi bentuk yang lebih praktis seperti kapsul, memudahkan konsumen untuk memanfaatkannya. Penelitian ilmiah modern juga banyak dilakukan untuk mengkaji dan memvalidasi khasiatnya, mengidentifikasi kandungan senyawanya yang bersifat antimikroba, antiinflamasi, antihipertensi, dan antikarsinogenik.
Meskipun memiliki manfaat, penting untuk dicatat bahwa penggunaan terus-menerus dalam sediaan obat herbal tertentu mungkin berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga konsultasi dengan ahli kesehatan dianjurkan.














