Ekskavator Merajalela di Pintu Gobang dan Merbau Kari, PETI Diduga Bermodal Besar; Nama Inisial ILHAM Mencuat, APH Diminta Segera Bertindak

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANTAN SINGINGI!

Kuansing pilarfakta.id – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Pintu Gobang dan Merbau Kari, Kenegerian Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, diduga semakin berani. Tak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, aktivitas tambang ilegal itu berlangsung terang-terangan dengan menggunakan alat berat jenis ekskavator.

Pada Jumat (3/7/2026), deru mesin ekskavator terdengar jelas dari kawasan Jalan Kuantan–Merbau hingga Desa Pintu Gobang, Desa Kari. Alat berat berwarna kuning itu tampak bekerja tanpa henti mengeruk lapisan tanah, membentuk kubangan-kubangan besar, dan mengubah bentang alam di lokasi.
Pemandangan tersebut memperlihatkan aktivitas yang jauh dari kesan tambang rakyat berskala kecil. Penggunaan ekskavator mengindikasikan adanya operasi yang diduga didukung modal besar, sistem kerja terorganisir, serta berlangsung secara intensif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanah dikeruk, dipindahkan, lalu diproses secara berulang. Aktivitas itu berlangsung siang dan malam tanpa terlihat adanya kekhawatiran terhadap pengawasan maupun penindakan hukum.
“Kalau sudah pakai alat berat seperti itu, jelas bukan lagi kerja biasa,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga Resah, Aktivitas Diduga Berlangsung Siang dan Malam
Sejumlah warga mengaku resah karena aktivitas tambang diduga berlangsung hampir tanpa henti sehingga mengganggu waktu istirahat masyarakat sekitar. Mereka menilai penggunaan alat berat menjadi indikator bahwa aktivitas tersebut bukan lagi dilakukan secara perorangan, melainkan diduga melibatkan pihak-pihak yang memiliki kemampuan pendanaan besar.
Di tengah keresahan masyarakat, beredar informasi mengenai dugaan keterlibatan seorang oknum berinisial ILHAM. Nama tersebut disebut-sebut memiliki peran dalam aktivitas PETI di dua lokasi tersebut.
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi. Redaksi masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak yang bersangkutan maupun aparat penegak hukum terkait.

Baca Juga:  Kapolsek Lumajang Kota Hadiri Imajaya Sport Competition 2026, Dukung Pembinaan Generasi Muda Lewat Olahraga

Kerusakan Lingkungan Kian Nyata
Dampak aktivitas tambang ilegal mulai terlihat di lapangan. Lahan yang sebelumnya hijau kini berubah menjadi kawasan galian dengan kubangan-kubangan besar. Struktur tanah rusak dan berpotensi memicu erosi, sedimentasi, hingga mengganggu keseimbangan ekosistem.

Selain itu, aktivitas pertambangan tanpa pengawasan juga berpotensi mencemari sumber air serta menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang yang dapat merugikan masyarakat sekitar.
Bagi warga, persoalan ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, tetapi telah menjadi ancaman nyata terhadap lingkungan dan ruang hidup mereka.

Aktivitas Terbuka, Kinerja APH Dipertanyakan
Yang menjadi sorotan masyarakat, aktivitas PETI tersebut diduga berlangsung secara terbuka dan berada tidak jauh dari permukiman warga. Tidak terlihat adanya upaya untuk menyembunyikan aktivitas tersebut sebagaimana lazimnya praktik tambang ilegal.
Ekskavator bekerja leluasa, suara mesin terdengar setiap hari, sementara hingga kini belum tampak adanya tindakan tegas yang mampu menghentikan aktivitas tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah aparat penegak hukum belum mengetahui keberadaan aktivitas tersebut, atau terdapat kendala lain yang menyebabkan praktik itu terus berlangsung?
Penggunaan alat berat dalam aktivitas PETI tentu bukan perkara sederhana. Operasi seperti ini membutuhkan biaya operasional yang besar, pasokan bahan bakar yang terus-menerus, serta diduga melibatkan jaringan yang terorganisir.

Siapa di Balik Operasi PETI?
Di tengah aktivitas yang berlangsung secara terbuka, satu pertanyaan terus bergema di kalangan masyarakat: siapa sebenarnya pihak yang berada di balik operasi PETI di Pintu Gobang dan Merbau Kari?
Apabila benar terdapat pemodal besar yang mendukung aktivitas tersebut, maka persoalan ini tidak lagi sebatas praktik penambangan ilegal oleh individu, melainkan mengarah

 

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Sinergitas dan Kolaborasi, Kapolres Pasuruan Kunjungi Makodim 0819 di HUT ke-81 TNI
PERNYATAAN SIKAP KETUA UMUM HMI CABANG MANDAILING NATAL PERIODE 2024–2025
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Tersangka Pengedar Narkoba Sita 42 Gram Sabu*
PKPA Angkatan 25 Sukses Digelar di Tanggulangin Sidoarjo, Diikuti 20 Peserta dari Berbagai Wilayah di Jawa Timur
Polres Pasuruan ungkap pelajar tewas di Prigen, Pelaku masih Kerabatnya Sendiri
DEMO DINAS PENDIDIKAN, KOMANDAN MADINA DESAK BUPATI COPOT KADIS PENDIDIKAN
Polres Gresik Gandeng Tim Ahli Kaji Jalur Blackspot di Driyorejo*
Khidmat, Polres Humbahas Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Jaga Sinergitas dan Kolaborasi, Kapolres Pasuruan Kunjungi Makodim 0819 di HUT ke-81 TNI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:02 WIB

PERNYATAAN SIKAP KETUA UMUM HMI CABANG MANDAILING NATAL PERIODE 2024–2025

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Tersangka Pengedar Narkoba Sita 42 Gram Sabu*

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:03 WIB

PKPA Angkatan 25 Sukses Digelar di Tanggulangin Sidoarjo, Diikuti 20 Peserta dari Berbagai Wilayah di Jawa Timur

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Polres Pasuruan ungkap pelajar tewas di Prigen, Pelaku masih Kerabatnya Sendiri

Berita Terbaru