Lampung Timur, Pilarfakta.id– Rabo 31 Desember 2025, Duka mendalam menyelimuti warga Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur. Kepala Desa Braja Asri, Darusman, dilaporkan meninggal dunia setelah diseruduk seekor gajah liar, pada rabu, 31 Desember 2025.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan perkebunan karet yang berdampingan dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, yang diketahui masih berbatasan langsung dengan habitat gajah liar. Menurut keterangan warga,korban mengetahui adanya segerombolan gajah liar memasuki perkebunan warga melalui grup whatsapp desa,sebagai kepala desa korban langsung menuju lokasi bersama beberapa warga, nahas korban terpergok oleh segerombolan gajah liar sehingga tidak bisa menyelamatkan diri dan diseruduk serta diinjak oleh gajah liar,korban mengalami patah paha dan juga berdasarkan informasi dari beberapa warga kepala korban terinjak gajah.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mencoba menghalau gajah – gajah liar tersebut,korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka serius yang dialaminya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepergian Darusman meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, perangkat desa, serta masyarakat Desa Braja Asri. Almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan aktif dalam kegiatan pembangunan desa.
Terkait kejadian tersebut slaah satu tokoh Masyarakat Fikri mengatakan, “Inilah salah satu alasan kami menolak rencana pemerintah beberapa waktu lalu untuk mengalihkan zona inti hutan Taman Nasional Way Kambas,karena ketika zona inti habitat Gajah way kambas dipersempit maka yang akan terdampak adalah kami selaku masyarakat yg berada di sekitar Taman Nasional Way Kambas,seperti kejadian pada hari ini,dan semoga pihak terkait segera mengurungkan niatnya untuk merubah zona inti hutan Taman Nasional way kambas guna untuk kelangsungan hidup gajah – gajah fi Taman Nasional way kambas serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar dari amuk gajah-gajah liar yang merasa terusik oleh rencana-renaca perubahan zona inti Taman Nasional Way kambas.” Ungkap Fikri selaku tokoh masyarakat setempat.
Selanjutnya Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat keberadaan satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Kaperwil: ( Welly )














