Masyarakat Diminta berhati-hati 12 Gajah Liar Berukuran Raksasa Tiba-Tiba Lintasi Kebun Warga Di Rumbai pekanbaru 

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Malam belum terlalu larut ketika telepon darurat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru berdering. Di ujung sambungan, seorang warga bernama Heriyanto melaporkan keberadaan kawanan gajah liar yang memasuki kawasan perkebunan di Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Sabtu (30/5) sekitar pukul 22.40 WIB.

Bagi sebagian orang, pertemuan dengan gajah mungkin menjadi pengalaman langka dan mengagumkan. Namun, bagi warga yang tinggal di sekitar perbatasan kawasan hutan dan perkebunan, kemunculan satwa berukuran raksasa itu pada malam hari bisa menghadirkan kecemasan tersendiri.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Tim penyelamatan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru yang dipimpin Komandan Peleton (Danton) Robi Setiawan bergerak dari Pos 13 Cempaka menggunakan Mobil Penyelamatan Khusus (MPK) 21. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 35 menit sebelum akhirnya petugas tiba pada pukul 23.25 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah gelapnya malam, petugas mendapati pemandangan yang tidak biasa. Sekitar 12 ekor gajah liar terlihat melintas di kawasan perkebunan warga yang berada di sepanjang Jalan Pekanbaru-Minas. Kawanan tersebut bergerak perlahan mengikuti jalur yang telah lama menjadi lintasan alami mereka.

Situasi itu segera mendapat perhatian serius. Selain petugas Damkar, upaya penanganan juga melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan aparat TNI. Ketiga unsur tersebut berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga agar kawanan gajah tidak mengalami gangguan selama proses penghalauan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan bahwa kemunculan kawanan gajah di kawasan Muara Fajar bukanlah fenomena baru. Wilayah tersebut memang berada di jalur yang kerap dilalui satwa liar ketika berpindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya.

“Perlintasan gajah di kawasan tersebut memang cukup sering terjadi karena merupakan jalur migrasi atau lintasan alami kawanan gajah. Oleh karena itu, penanganan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa yang dilindungi,” ujarnya, Minggu (31/5).

Baca Juga:  Masa depan Hancur!! Hasil Bumi Lahan Pemda Kuansing Dirampok Mafia Tambang

Bagi petugas di lapangan, operasi seperti ini membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian. Berbeda dengan evakuasi satwa kecil yang dapat segera diamankan, kawanan gajah harus diarahkan secara perlahan agar tidak merasa terancam dan tidak menimbulkan kepanikan yang berpotensi membahayakan manusia maupun satwa itu sendiri.

Beruntung, proses penghalauan berlangsung lancar. Setelah beberapa waktu, kawanan gajah berhasil diarahkan menjauh dari area perkebunan dan kembali menuju habitatnya. Tidak ada kerusakan yang ditimbulkan, baik terhadap lahan perkebunan warga maupun fasilitas lainnya.

Yang lebih melegakan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Operasi penyelamatan pun berakhir dengan aman dan seluruh personel kembali ke pos pada pukul 00.55 WIB.

Peristiwa itu kembali mengingatkan bahwa wilayah penyangga hutan di sekitar Pekanbaru masih menjadi ruang hidup bagi berbagai satwa liar, termasuk gajah Sumatra yang keberadaannya semakin terancam akibat berkurangnya habitat alami.

Di satu sisi, warga membutuhkan rasa aman untuk beraktivitas dan mengelola lahan mereka. Namun, di sisi lain satwa liar juga membutuhkan ruang untuk bertahan hidup.

Karena itu, sinergi antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga konservasi menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.

Malam itu, tidak ada kerusakan, tidak ada korban, dan tidak ada konflik yang terjadi. Hanya kawanan gajah yang melanjutkan perjalanan pulang ke habitatnya, meninggalkan jejak di tanah perkebunan serta sebuah pelajaran bahwa hidup berdampingan dengan alam membutuhkan kesadaran dan kerja sama semua pihak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Farewell Parade Sertijab Kapolres Pasuruan, AKBP Irawan Setyono Resmi Lanjutkan Kepemimpinan
Jaga Sinergitas dan Kolaborasi, Kapolres Pasuruan Kunjungi Makodim 0819 di HUT ke-81 TNI
PERNYATAAN SIKAP KETUA UMUM HMI CABANG MANDAILING NATAL PERIODE 2024–2025
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Tersangka Pengedar Narkoba Sita 42 Gram Sabu*
PKPA Angkatan 25 Sukses Digelar di Tanggulangin Sidoarjo, Diikuti 20 Peserta dari Berbagai Wilayah di Jawa Timur
Polres Pasuruan ungkap pelajar tewas di Prigen, Pelaku masih Kerabatnya Sendiri
DEMO DINAS PENDIDIKAN, KOMANDAN MADINA DESAK BUPATI COPOT KADIS PENDIDIKAN
Polres Gresik Gandeng Tim Ahli Kaji Jalur Blackspot di Driyorejo*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Farewell Parade Sertijab Kapolres Pasuruan, AKBP Irawan Setyono Resmi Lanjutkan Kepemimpinan

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Jaga Sinergitas dan Kolaborasi, Kapolres Pasuruan Kunjungi Makodim 0819 di HUT ke-81 TNI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:02 WIB

PERNYATAAN SIKAP KETUA UMUM HMI CABANG MANDAILING NATAL PERIODE 2024–2025

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Tersangka Pengedar Narkoba Sita 42 Gram Sabu*

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:03 WIB

PKPA Angkatan 25 Sukses Digelar di Tanggulangin Sidoarjo, Diikuti 20 Peserta dari Berbagai Wilayah di Jawa Timur

Berita Terbaru