Polda Riau bersama TNI serta Dishub akan menggelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning (KLK) 2026. Secara resmi

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru,pilarfakta.id – Selama 14 hari kedepan, Polda Riau bersama TNI serta Dishub akan menggelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning (KLK) 2026. Secara resmi, operasi diawali apel bersama di Mapolda Riau, Senin (2/2).

Operasi tahun ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026”.

Sebanyak 1.126 personel gabungan dari Polda Riau dan Polres jajaran serta TNI bersama personel Dishub dikerahkan dalam operasi ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakapolda dalam amanatnya berpesan agar jajarannya harus mengelola keselamatan lalu lintas, secara sistematis dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh human error, seperti rendahnya disiplin dan perilaku berkendara yang berisiko,” beber Wakapolda.

Artinya, lanjut Wakapolda, tingginya angka kecelakaan masih menjadi persoalan serius yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari manusia, kendaraan, infrastruktur, hingga lingkungan.

Wakapolda menegaskan, kelancaran lalu lintas sangat memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta kualitas hidup.

“Operasi Keselamatan Lancang Kuning merupakan langkah awal atau early warning sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” sebut Wakapolda.

Kepada jajarannya, Wakapolda berpesan bahwa operasi ini bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, termasuk fatalitas korban, menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada Idul Fitri 1447 Hijriah.

Wakapolda turut meminta seluruh personel yang bertugas dilapangan dapat melakukan penindakan secara humanis dan persuasif dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif.

“Penegakan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi prioritas, sementara penindakan manual dilakukan secara selektif,” tegas Wakapolda.

Wakapolda juga mengingatkan jajarannya bahwa ribuan pelanggaran lalulintas masih ditemukan hasil evaluasi operasi keselamatan para tahun sebelumnya. Sehingga, melalui Operasi KLK 2026, Polda Riau menargetkan penurunan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Baca Juga:  Dapat Dari laporan warga Polres Bengkalis Bongkar Sindikat Perdagangan Manusia 

“Operasi ini bukan semata penegakan hukum, tetapi upaya membangun kesadaran bersama bahwa jalan raya adalah ruang publik yang menjadi tanggung jawab kita semua,” tutup Brigjen Pol Hengki.

Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menambahkan, ada sembilan pelanggaran yang menjadi prioritas dalam operasi ini, antara lain meliputi penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, kendaraan truk yang dimodifikasi tidak sesuai standar pabrikan, travel ilegal.

Sasaran lainnya penindakan terhadap kendaraan dengan TNKB tidak sesuai ketentuan, angkutan barang yang mengangkut penumpang, kendaraan tidak laik jalan, pengendara sepeda motor tanpa helm, berboncengan lebih dari satu orang, serta parkir di bahu jalan, khususnya di kawasan wisata.

“Ada sembilan prioritas penindakan yang menjadi sasaran operasi keselamatan Lancang Kuning di tahun 2026 ini,” ungkap Kombes Jeki.

Jeki Rahmat Mustika menambahkan, operasi ini merupakan operasi kewilayahan yang dilaksanakan serentak oleh seluruh Polres jajaran Polda Riau sebagai pemanasan menjelang Operasi Ketupat 2026.

“Sasaran utama operasi ini adalah mencegah fatalitas kecelakaan lalu lintas. Harapannya, tidak terjadi kecelakaan fatal, terutama di jalan tol yang memiliki tingkat mobilitas tinggi saat arus mudik dan balik, sesuai arahan Kakorlantas,” ujar Kombes Jeki.

Selain penindakan, operasi ini juga mengecewakan upaya preemtif melalui imbauan dan edukasi, termasuk pemasangan spanduk di sekolah-sekolah. Preventifnya berupa ramcek di terminal dan pemeriksaan kelayakan kendaraan yang beroperasi.

“Saya sudah menginstruksikan jajaran Satlantas untuk rutin melakukan pemeriksaan kendaraan dan pengemudi, termasuk antisipasi pengemudi yang terindikasi mengonsumsi alkohol atau narkoba, serta pengecekan kondisi teknis kendaraan seperti rem dan lampu, khususnya pada kendaraan angkutan dan truk,” pungkas Jeki.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Ngawi Amankan 2 Tersangka Pengeroyokan di Paron Motif Atribut Perguruan Silat
Lapas Siborongborong Bersihkan Lapangan Sepak Bola Mini Sambut HBP Ke-62
Pemkab Humbang Hasundutan Fasilitasi Mediasi Permasalahan di Desa Matiti II
Tinjau Revitalisasi Sentra Pedagang Bunga di Dukuh Semar, Wakil Wali Kota Dorong Ekonomi dan Wisata Baru
Pemkot Cirebon Optimistis Tekan Angka Stunting Secara Berkelanjutan Berbasis Intervensi Tepat Sasaran
Transisi Kepemimpinan Dinas Perhubungan, Wali Kota Dorong Transportasi Lebih Modern dan Tertib
Momentum Halalbihalal, Wali Kota Ajak Insan Pendidikan Perkuat Komitmen dan Inovasi Pembelajaran
NCB Interpol Polri Tangkap Buronan Narkotika “The Doctor” di Malaysia, Segera Dipulangkan ke Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 03:26 WIB

Polres Ngawi Amankan 2 Tersangka Pengeroyokan di Paron Motif Atribut Perguruan Silat

Rabu, 8 April 2026 - 03:11 WIB

Lapas Siborongborong Bersihkan Lapangan Sepak Bola Mini Sambut HBP Ke-62

Rabu, 8 April 2026 - 03:09 WIB

Pemkab Humbang Hasundutan Fasilitasi Mediasi Permasalahan di Desa Matiti II

Selasa, 7 April 2026 - 11:03 WIB

Tinjau Revitalisasi Sentra Pedagang Bunga di Dukuh Semar, Wakil Wali Kota Dorong Ekonomi dan Wisata Baru

Selasa, 7 April 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Cirebon Optimistis Tekan Angka Stunting Secara Berkelanjutan Berbasis Intervensi Tepat Sasaran

Berita Terbaru