PEKANBARU — Pemandangan sarat makna adat dan marwah mewarnai Halaman Balai Adat Melayu Riau pada perhelatan akbar Arak-Arakan Keberagaman Hari Kebudayaan Nasional Tahun 2026, Minggu (18/10/2026). Panglima Besar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hulubalang Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Datuk Muhammad Nasir, tampil sigap di barisan terdepan menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) adatnya dalam memayungi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.
Dengan mengenakan busana adat Melayu khas Hulubalang yang megah berornamen emas serta tanjak merah di kepala, Datuk Muhammad Nasir berdiri kokoh memegang payung kebesaran adat tepat di atas Menteri Kebudayaan RI. Prosesi memayungi Tamu Kehormatan Negara ini bukan sekadar atribut seremoni, melainkan penterjemahan nyata dari Visi Hulubalang LAMR sebagai benteng pertahanan adat dan payung negeri yang kokoh serta berwibawa.
Pengawalan Berlandaskan Visi & Misi Adat
Langkah sigap Panglima Besar DPP Hulubalang LAMR ini mencerminkan komitmen penuh dalam menjalankan Misi Utama Hulubalang LAMR, khususnya dalam:
Pengawalan Adat dan Resam: Memastikan seluruh rangkaian tata cara penyambutan tamu agung berjalan khidmat dan sesuai ketetapan adat Melayu Riau.
Penjaga Marwah Pemimpin: Berada di garis terdepan dalam menjaga kehormatan institusi LAMR serta memuliakan para tokoh penting yang hadir di Bumi Lancang Kuning.
Keamanan dan Ketertiban Budaya: Mengawal kelancaran serta menjaga kondusivitas suasana selama helat budaya berlangsung, sejalan dengan prinsip Adat Bersandi Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah.
”Hulubalang LAMR hadir bukan hanya sebagai pengawal, tetapi sebagai garda terdepan yang menjaga marwah, mengagungkan adat, serta memastikan keamanan seluruh pemangku adat dan tamu kehormatan di tanah Melayu ini,” tegas Datuk Muhammad Nasir.
Keakraban dan Kemeriahan Budaya
Di sela-sela agenda dinas dan pengawalan adat, Datuk Muhammad Nasir juga menyempatkan diri berfoto bersama dan bersilaturahmi hangat dengan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Kehadiran jajaran Hulubalang LAMR turut menyemarakkan rangkaian acara yang dimeriahkan oleh pertunjukan seni Nusantara, alunan musik calempong, tari Melayu, hingga pelepasan 56 kelompok arak-arakan budaya dari berbagai elemen masyarakat.
Melalui momentum ini, DPP Hulubalang LAMR kembali membuktikan perannya yang strategis sebagai benteng negeri yang siap menjaga kedaulatan budaya, merawat persatuan, serta menegakkan adab Melayu yang bermartabat di Riau.




















