Pilarfakta.id – Sobat warga, di zaman sekarang bermain media sosial seperti TikTok dan Facebook sudah menjadi hiburan sehari-hari. Tapi ingatlah satu hal penting:
APA YANG KITA UPLOAD, KITA KOMENTAR, DAN KITA SHARE ITU ADALAH “WAJAH” KITA DI DEPAN UMUM.
Orang yang tidak pernah bertemu kita secara langsung, akan menilai siapa kita hanya dari apa yang mereka lihat di layar HP mereka.
ERIKA & BUDI PEKERTI TERLIHAT DARI SINI
Cara kita berbicara di kolom komentar, cara kita menyampaikan pendapat, atau konten apa yang kita buat, itu langsung mencerminkan akhlak dan pendidikan kita.
Kalau bahasanya kasar, menghina, atau senang mengerjai orang lain, orang akan menilai kita sebagai orang yang tidak punya sopan santun.
Kalau kita berbicara santun dan positif, orang akan segan dan menghormati kita sebagai pribadi yang baik.
KECERDASAN DIUJI DARI SINI
Konten yang kita sebarkan juga menunjukkan seberapa cerdas dan bijak kita menyaring informasi.
Orang yang cerdas tidak akan mudah menyebar berita bohong (hoax), fitnah, atau hal-hal yang memecah belah.
Menyebarkan hal yang tidak benar justru membuat orang lain berpikir bahwa kita kurang wawasan dan mudah dibohongi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
HARGA DIRI DITENTUKAN DARI SINI
Harga diri dan kehormatan kita dijaga lewat apa yang kita tulis dan unggah.Sekali kita memposting sesuatu yang buruk atau memalukan, jejak digital itu akan sulit dihapus dan akan selalu dikenang orang. Jangan sampai nama baik dan martabat kita rusak hanya karena ingin viral atau sekadar iseng.
PESAN KITA:
“Main TikTok dan Facebook itu boleh, hiburan itu boleh. Tapi ingat selalu, Etika, Kecerdasan, dan Harga Diri kita jauh lebih mahal harganya daripada sekadar like, komentar, atau follower.”
“Berbuat baiklah di dunia maya sebagaimana kita ingin diperlakukan baik di dunia nyata.””
(Anton muslim )




















