KUANTAN SINGINGI, pilarfakta.id — Kondisi ruas Jalan Nasional Pekanbaru–Kuantan Singingi yang melintasi Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, saat ini menimbulkan keluhan mendalam masyarakat. Sejak proyek pembenahan jalan dimulai, permukaan jalan yang belum diaspal berubah menjadi sumber debu tebal yang beterbangan setiap kali kendaraan melintas.
Debu itu menyelimuti pemukiman warga, masuk ke dalam rumah, barang-barang, hingga mengganggu kesehatan pernapasan dan mata anak-anak maupun orang dewasa yang melintas padahal jalan itu rawan lakalantas! apa lagi di tambah proyek perbaikan jalan tampa peyiraman
Karena tidak ada penanganan dari pihak pelaksana proyek, warga akhirnya merelakan biaya sendiri untuk memcari air dan menyiram jalan agar debu tidak terlalu parah. Bahkan ada warga yang sampai mengeluarkan tenaga dan kendaraan mencari air ,hanya untuk keperluan ini, padahal itu bukan kewajiban mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat menyatakan tidak menolak pembangunan jalan, namun meminta agar pekerjaan tidak dilanjutkan tanpa disertai penanganan debu yang memadai. Mereka mendesak:
Segera kirim mobil tangki air untuk penyiraman rutin pagi, siang, dan sore
Kontraktor wajib bertanggung jawab mengendalikan debu selama pekerjaan berlangsung
Jangan membebani warga yang sudah sampai berkorban biaya sendiri
“Kami mengerti tujuannya untuk perbaikan, tapi jangan sampai jalan jadi bagus nanti, justru kami yang sakit-sakitan dan merugi karena harus mengeluarkan biaya tambahan. Ini hak kami untuk hidup sehat,” tegas warga Terdampak
HARAPAN: Warga berharap Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Riau dan Dinas PUPR Kabupaten Kuantan Singingi segera turun meninjau lokasi, berkoordinasi dengan pelaksana proyek, dan menyediakan sarana penyiraman yang cukup agar pekerjaan tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Redaksi




















