Kepahiang, Bengkulu — Perjalanan hidup seseorang sering kali dibentuk oleh lingkungan dan tekad yang kuat. Hal itulah yang tercermin dari sosok Roby, seorang jurnalis yang memulai langkahnya dari desa kecil di Provinsi Bengkulu hingga bertahan di dunia jurnalistik yang penuh tantangan.
Roby lahir di Desa Embong Sido, Kecamatan ber mani ilir, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Masa kecilnya dihabiskan di lingkungan pedesaan yang sederhana, jauh dari hiruk-pikuk kota. Seiring waktu, Roby kemudian pindah dan menetap di Desa Pulo Geto baru, Kecamatan Merigi, yang menjadi saksi awal tumbuhnya minat dan semangatnya dalam dunia tulis-menulis.
Ketertarikan Roby pada dunia jurnalistik mulai terlihat sejak tahun 2016. Berawal dari keinginannya menyampaikan informasi kepada masyarakat secara jujur dan berimbang, Roby memberanikan diri terjun ke dunia jurnalis. Tanpa latar belakang yang mewah, ia belajar secara otodidak, mulai dari menulis berita sederhana hingga meliput berbagai peristiwa di daerahnya.
Perjalanan Roby sebagai jurnalis tidak selalu mulus. Banyak lika-liku yang harus ia hadapi, mulai dari keterbatasan fasilitas, media liputan yang sulit, hingga tekanan dan risiko di lapangan. Namun, semua itu tidak menyurutkan semangatnya. Bagi Roby, profesi jurnalis bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan untuk menyuarakan fakta dan kepentingan masyarakat.
Selama bertahun-tahun berkarya, Roby telah meliput berbagai isu sosial, pembangunan desa, hingga peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di wilayah Kepahiang dan sekitarnya. Dedikasinya menjadikannya dikenal sebagai jurnalis yang gigih dan konsisten, meski harus bekerja dalam keterbatasan.
Kisah hidup Roby menjadi gambaran nyata bahwa dengan tekad, kerja keras, dan keberanian, seseorang dari pelosok desa pun mampu bertahan dan berkontribusi di dunia jurnalistik. Perjalanannya masih terus berlanjut, membawa harapan agar informasi yang disampaikan dapat memberi manfaat dan perubahan bagi masyarakat luas.




















