Gelar Festival Nanas, Wamen Viva Yoga Dorong Nanas Jadi Komoditas Unggulan Dari Kawasan Transmigrasi

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 04:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pilarfakta.id.Kesempatan bertemu Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dimanfaatkan oleh Sendo Naminrova untuk mengungkapkan permasalahannya sebagai petani nanas. “Pak, di Desa Rimbo Panjang ini ada lahan seluas 108 Ha untuk budidaya nanas namun lahan yang saya garap itu bukan milik pribadi, tetapi milik orang lain yang bersedia memberikan pemanfaatannya kepada saya”, ujar Sendo.

Lebih lanjut dalam pertemuan di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Kampar, Provinsi Riau, 17/1/2026, pria berumur 61 tahun itu mengatakan di desa yang berada di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, itu ada 38 petani nanas. Dari lahan 1 Ha mampu menghasilkan 19.000 buah nanas. Harga perbuah disebut Rp6000. “Dari menanam nanas inilah kami bisa menyekolahkan anak-anak”, ujarnya.

Dirinya berharap kepada pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi untuk memikirkan lahan yang mereka olah yang sewaktu-waktu bisa diambil oleh pemiliknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semua keluhan petani nanas diterima dengan terbuka oleh Viva Yoga. Dikatakan, salah satu amanat Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Transmigrasi adalah melakukan reforma agraria. Memberikan tanah kepada rakyat lewat program transmigrasi karya nusa atau transmigrasi lokal. “Tanah yang diberikan bukan sekadar lahan namun juga sebagai sumber ekonomi untuk meningkatkan pendapatan rakyat”, ujarnya. “Jadi yang belum memiliki lahan bisa ikut program transmigrasi”, tambahnya.

Dirinya senang Kampar menjadi sentra nanas. Ada tiga desa sentra yang memiliki lahan nanas yang mencapai ribuan Ha. Tiga desa itu adalah Rimbo Panjang, Pagaruyung, dan Kualu Nenas. Untuk lebih memberdayakan komoditas itu, BPPMT Pekanbaru menggelar Festival Nanas. Dalam festival yang bertema ‘Pengembangan Komoditas Nanas Sebagai Produk Unggulan di Kawasan Transmigrasi’ itu digelar lapak yang menyajikan berbagai camilan atau ‘snack’ dari hasil olahan nanas, seperti sirup, dodol, keripik, dan jajanan tradisional lainnya.

Baca Juga:  Polresta Cirebon Sita 145 Botol Miras Hasil Razia Pekat

Untuk memberdayakan petani nanas dan buahnya, Viva Yoga menyebut Kementerian Transmigrasi membuat perencanaan untuk mengembangkan melalui program rumah produksi nanas. “Sebagai bukti dari keseriusan program ini, hari ini pula kita resmikan Pusat Edukasi Nanas Moris”, ujarnya. Pusat edukasi itu berada di lahan belakang BPPMT Pekanbaru.

Selepas meresmikan pusat edukasi, Viva Yoga didampingi oleh Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir melakukan tanam bibit dan petik buah nanas. Menurut mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu, buah yang kulitnya kasar dan daunnya tajam itu tak hanya mengandung banyak vitamin yang dibutuhkan tubuh manusia namun buah dan daunnya bisa dimanfaatkan untuk sirup, wine, pupuk, kosmetik, bahan bioetanol, dan serat kain atau benang. “Jadi banyak nilai ekonominya dari membudidayakan nanas ini”, ujarnya.

Dengan adanya pusat edukasi, para calon transmigrasi akan dilatih membudidayakan nanas. “Mereka akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi sehingga komoditas nanas akan tumbuh di mana-mana”, ujarnya. “Pengembangan nanas secara menyeluruh akan menjadi bagian yang sangat penting di dalam pengembangan ekonomi masyarakat”, tambah mantan Presidium MN KAHMI itu.

Menurut Ahmad Syahir, tumbuhan ini bisa ditanam di daerah yang tandus, gersang, lahan gambut, maupun tanah yang tidak subur. “Kita kembangkan nanas di wilayah  kerja BPPMT Pekanbaru”, ujarnya. Wilayah kerja balai ini meliputi seluruh Pulau Sumatera termasuk Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. “Sebagai produk unggulan maka nanas kita jadikan maskot BPPMT Pekanbaru”, tegasnya.

Sedang menurut Sendo, nanas moris memiliki keunggulan rasanya manis, harum, tahan hama, dan bisa bertahan selama satu minggu pasca petik.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Humbahas Terima Kunjungan Bishop dan Panitia Sinode Agung GKLI
PPG HKI Sibaganding Audiensi Kepada Bupati Humbahas
Penutupan Kejuaraan Menembak Brimob Xtreme 2026: Ajang Menembak Internasional Sarat Prestasi dan Sportivitas
Polres Bondowoso Pantau Distribusi LPG 3 Kg Pastikan Tepat Sasaran Tanpa Penyelewengan
Tindak Tegas! Polres Ponorogo Bubarkan 3 Titik Judi Sabung Ayam dan Dadu
Hari Jadi YKB ke-46, Kapolres Bojonegoro Beri Hadiah Laptop Bocah Jago Perbaiki Elektronik
Brimob X-Treme 2026: Ajang Dunia, Bukti Kemampuan Personel dan Atlet Indonesia Siap Bersaing Global
Bupati Humbang Hasundutan Sambut Kedatangan Tim Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Percepat Pemulihan Pascabencana
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 13:00 WIB

Bupati Humbahas Terima Kunjungan Bishop dan Panitia Sinode Agung GKLI

Senin, 13 April 2026 - 12:58 WIB

PPG HKI Sibaganding Audiensi Kepada Bupati Humbahas

Senin, 13 April 2026 - 12:54 WIB

Penutupan Kejuaraan Menembak Brimob Xtreme 2026: Ajang Menembak Internasional Sarat Prestasi dan Sportivitas

Senin, 13 April 2026 - 05:37 WIB

Polres Bondowoso Pantau Distribusi LPG 3 Kg Pastikan Tepat Sasaran Tanpa Penyelewengan

Senin, 13 April 2026 - 05:31 WIB

Tindak Tegas! Polres Ponorogo Bubarkan 3 Titik Judi Sabung Ayam dan Dadu

Berita Terbaru

Daerah

PPG HKI Sibaganding Audiensi Kepada Bupati Humbahas

Senin, 13 Apr 2026 - 12:58 WIB