Gotong Royong Raya Pulihkan Medan Helvetia Pasca Banjir,Walikota RICO WAAS Kerahkan 3.000 Personil 

- Penulis

Minggu, 28 Desember 2025 - 04:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, pilarfakta.id -Pemerintah Kota Medan menggelar gotong royong raya di Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu, 27 Desember 2025. Langkah ini diambil menyusul banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada 27 November lalu dan menjadikannya wilayah paling terdampak di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu.

Sebanyak 3.000 personel dari 21 kecamatan se-Kota Medan diturunkan secara serentak. Pembersihan difokuskan di Kelurahan Tanjung Gusta dan Kelurahan Cinta Damai, dua kawasan yang mengalami endapan lumpur dan penumpukan sampah paling parah pascabanjir.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan, gotong royong lintas kecamatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Medan. Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan kehadiran negara yang tidak setengah-setengah dalam merespons bencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini pertama kalinya lintas kecamatan bergerak bersama. Helvetia paling terdampak, maka seluruh kekuatan kota harus turun membantu. Tidak boleh ada wilayah yang dibiarkan bekerja sendiri,” kata Rico saat memimpin apel di Lapangan Sepak Bola Balai Desa, Kelurahan Helvetia.

Baca Juga:  Gempa M 7,7 Guncang NTT, Satbrimob Polda NTT Gerak Cepat Evakuasi Korban dan Buka Akses*

Politisi muda Partai NasDem itu menekankan bahwa gotong royong raya bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan pesan kepemimpinan. Ia ingin memastikan tidak ada ego sektoral dalam birokrasi, terutama ketika masyarakat berada dalam situasi sulit.

“Medan Untuk Semua bukan hanya sebatas slogan. Pemerintah harus hadir nyata, bekerja bersama rakyat, terutama pascabencana,” ujarnya.

Rico juga menyebut kegiatan ini sebagai bentuk penguatan moral aparatur di tingkat bawah, mulai dari camat, lurah, kepala lingkungan, hingga petugas lapangan. Menurut dia, pemulihan pascabanjir tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun kembali kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan lingkungan.

“Bencana selalu memberi pelajaran. Salah satunya, menjaga lingkungan adalah bagian dari nilai sosial dan keagamaan yang tidak boleh diabaikan,” kata Rico.
(Git)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Swasembada, Wakapolri Pimpin Langsung Penanaman Perdana Bawang Putih Serentak*
Menuju Hutan Indonesia Aman: 583 Polisi Kehutanan Dididik di Pusdik Binmas Polri*
Percepat Swasembada Bawang Putih, Polres Pasuruan Gelar Penanaman Serentak di Tlogosari
Bupati dan Kapolres Humbahas Ikuti Vidcon dan Laksanakan Gerakan Penanaman Bawang Putih Serentak
Menuju Swasembada Pangan, Polres Humbahas Laksanakan Penanaman Bawang Putih Serentak.
Dukung Swasembada Pangan, Polda Jatim dan Petani Tanam Bawang Putih Serentak*
Polres Bojonegoro Edukasi Ratusan Pelajar Soal AI Antisipasi Deepfake dan Hoaks*
Polres Bondowoso Temukan Jejak Penadahan Curanmor, Dua Tersangka Diamankan*
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:54 WIB

Wujudkan Swasembada, Wakapolri Pimpin Langsung Penanaman Perdana Bawang Putih Serentak*

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:48 WIB

Menuju Hutan Indonesia Aman: 583 Polisi Kehutanan Dididik di Pusdik Binmas Polri*

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Percepat Swasembada Bawang Putih, Polres Pasuruan Gelar Penanaman Serentak di Tlogosari

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Bupati dan Kapolres Humbahas Ikuti Vidcon dan Laksanakan Gerakan Penanaman Bawang Putih Serentak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Menuju Swasembada Pangan, Polres Humbahas Laksanakan Penanaman Bawang Putih Serentak.

Berita Terbaru