Badar lampung,25 Juli 2026] – Kisah ini menjadi pelajaran berharga tentang betapa cepatnya hidup bisa hancur akibat jeratan kebiasaan buruk, dan betapa indahnya jalan kembali saat seseorang menyadari kesalahannya. Ini adalah perjalanan seorang mantan preman yang memilih bertobat setelah kehilangan segalanya karena minuman keras dan narkoba.
Sebut saja (SN), kini berusia 40 tahun. Di masa mudanya, ia menjadi sosok yang ditakuti di lingkungannya. Menganggap kekerasan dan kebebasan tanpa aturan sebagai gaya hidup. Awalnya hanya ikut-ikutan teman, mulai meminum minuman keras (miras) untuk terlihat jantan dan berani. Perlahan, agar bisa bertahan dalam situasi berbahaya dan merasa lebih “kuat”, ia mulai terlibat penggunaan narkoba.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat itu saya pikir itu teman terbaik. Minum bikin berani, pakai obat bikin lupa masalah. Tapi ternyata itu pintu neraka,” kenang Budi.
agaimana Miras & Narkoba Merusak Pikiran?
Dalam ceritanya, ia menjelaskan dampak nyata yang ia rasakan sendiri:
Hilang Kendali Akal Sehat: Alkohol mengganggu kerja otak bagian depan yang mengatur pertimbangan dan keputusan. Hal yang tadinya tidak mungkin dilakukan, menjadi terasa biasa saja. Emosi meledak-ledak, mudah marah, dan melakukan kekerasan tanpa rasa bersalah.
Pikiran Menjadi Sempit & Sesat: Zat adiktif mengubah struktur kimia otak. Perlahan, ia tidak lagi bisa berpikir jernih, tidak bisa membedakan mana baik dan buruk, serta tidak peduli lagi pada keluarga, harga diri, maupun masa depan.
Kehilangan Segalanya: Uang habis, tubuh kurus, teman menjauh, dan nyawa selalu di ujung tanduk karena konflik yang dipicu saat mabuk.
Perubahan terjadi saat ia terbaring sakit parah akibat kerusakan organ dan mengalami gangguan saraf berat. Di saat terpuruk sendirian tanpa ada yang mempedulikan, ia teringat pesan ibunya dan Tuhan. Ia sadar, kekuatan yang ia banggakan selama ini hanyalah kelemahan yang membelenggu.
Ia memutuskan untuk berhenti total, memulihkan diri, dan kembali memeluk agama serta berbakti pada keluarga. Kini Budi hidup tenang, bekerja halal, dan sering berkeliling memberi penyuluhan agar generasi muda tidak mengikuti jejaknya.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa minuman keras dan narkoba adalah pintu gerbang kehancuran. Bukan hanya merusak fisik, tetapi mematikan akal sehat, mengubah manusia menjadi biadab, dan menghancurkan masa depan.
Namun, kisah ini juga mengajarkan bahwa selalu ada jalan pulang. Siapa pun yang mau bertobat dan berusaha memperbaiki diri, akan selalu ada kesempatan untuk memulai hidup baru yang lebih bermartabat dan bermanfaat.
Sumber: Wawancara langsung & Dokumentasi Lapangan




















