Pekanbaru, pilarfakta.id – Siswa asal Pelalawan berinisial RH (16), memberikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Setelah foto pocong hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dibuatnya viral dan meresahkan warga.
Foto pocong tersebut beredar pada Minggu (24/5) malam sekitar pukul 23.50 WIB di grup WhatsApp Desa Makmur SP6.
Dalam narasi yang menyertai foto itu disebutkan ada pocong membawa parang mendatangi rumah warga. Informasi tersebut kemudian meluas dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Foto tersebut membuat masyarakat resah, terutama saat kondisi mati lampu. Sehingga polisi bergerak cepat menelusuri asal mula beredarnya informasi pocong tersebut,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Hasyim Risahondua, Rabu (27/5).
Hasil penyelidikan diketahui pembuat sekaligus penyebar pertama narasi terkait pocong tersebut merupakan seorang siswa SMA berinisial RH.
Selanjutnya, personel Bhabinkamtibmas Polsek Pangkalan Kerinci membawa RH ke Mapolsek untuk memberikan klarifikasi melalui video.
“Yang bersangkutan mengakui dirinya yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut kepada temannya hanya untuk iseng dan ingin menakut-nakuti,” kata Kombes Hasyim.
Dalam pengakuannya, RH menyebut foto pocong membawa parang yang viral tersebut dibuat menggunakan aplikasi AI sehingga tampak menyeramkan dan meyakinkan.
Untuk meredam keresahan masyarakat akibat beredarnya foto tersebut, RH diminta tidak mengulangi perbuatannya. Polisi juga meminta RH membuat video klarifikasi dan surat pernyataan.
“Polsek Pangkalan Kerinci juga akan melakukan pengawasan terhadap pelajar tersebut,” kata Hasyim.
Hasyim turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat




















