Ancaman narkoba yang kian nyata membuat masyarakat, terutama para ibu, memilih untuk tidak lagi diam

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riau,pilarfakta.id – Di balik riak air dan aktivitas warga Panipahan Rokan Hilir, tersimpan kegelisahan yang perlahan berubah menjadi keberanian. Ancaman narkoba yang kian nyata membuat masyarakat, terutama para ibu, memilih untuk tidak lagi diam.

Perjalanan menuju apel satgas pemberantasan narkoba bukan hal mudah bagi warga Panipahan. Jarak ratusan kilometer dan akses yang terbatas tak menyurutkan langkah mereka ke Halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru. Justru dari keterbatasan itulah, tekad untuk melawan tumbuh semakin kuat.

Di antara rombongan itu, hadir Santi Sinaga, seorang ibu rumah tangga yang membawa suara banyak perempuan di kampungnya. Ia berdiri bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk masa depan penerus bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mak-mak antinarkoba dari Panipahan. Jadi disini kami datang kemari dengan jarak tempuh yang jauh, hanya untuk menggalakkan pemberantasan peredaran narkoba,” ucapnya, Sabtu (25/04/2026).

Bagi Santi dan para ibu lainnya, perjuangan ini bukan sekadar aksi simbolik. Mereka menginginkan perubahan nyata, lingkungan yang kembali aman, dan kehidupan yang bebas dari bayang-bayang narkoba.

“Karena kami para emak-emak ini tidak mau lagi ada yang namanya pengedar narkoba di kampung Panipahan. Jadi itu harus dituntaskan, mulai dari daun, ranting, pohon, hingga ke akar-akarnya. Kami tidak ingin merasa resah,” tegasnya.

Keresahan itu bukan tanpa alasan. Dalam keseharian, mereka menyaksikan langsung bagaimana peredaran barang haram terjadi begitu terang-terangan, bahkan di tempat-tempat yang seharusnya aman.

Baca Juga:  Polsek Tapung Hilir Tangkap Pemuda Nekat Cabuli Balita 5 Tahun

“Kami tidak ingin melihat anak-anak kami nanti akan menjadi korbannya. Sebab di daerah situ sudah banyak kali, terang-terangan transaksinya,” jelasnya.

Situasi tersebut membuat para emak-emak di Panipahan merasa bahwa mereka tidak punya pilihan selain melawan. Diam berarti membiarkan ancaman itu semakin dekat dengan keluarga mereka.

Kehadiran Polisi dan Tentara di tengah masyarakat menjadi secercah harapan. Terlebih, kunjungan Kapolda Riau ke Panipahan memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung kegelisahan mereka.

“Senang rasanya Bapak Kapolda Riau kemarin datang mengunjungi kami untuk melihat situasi secara langsung. Tapi kami minta sama Bapak Kapolda, harus dibasmi betul-betul yang namanya peredaran narkoba, terutama bandar-bandarnya,” terangnya.

Bagi warga, kunjungan itu bukan sekadar seremoni. Mereka berharap ada tindak lanjut nyata yang mampu mengubah kondisi di lapangan, bukan hanya janji yang berlalu begitu saja.

Di balik suara tegas para emak-emak, tersimpan harapan sederhana agar anak-anak mereka tumbuh di lingkungan yang sehat dan aman. Tidak ada lagi transaksi gelap yang merusak masa depan generasi muda.

Perlawanan yang digelorakan warga menjadi bukti bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tugas aparat. Dari dapur-dapur sederhana di Panipahan, lahir gerakan sosial yang kuat dan berani.

“Itu saja keinginan kami, Pak. Mohon berantas pengedar narkoba ini sampai ke akar-akarnya,” harapnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa, Polri, dan Intelektual Bersatu di Rimbang Baling, Perkuat Gerakan Cegah Karhutla dan Narkoba di Riau
Kepolisian Polres Pasuruan Ungkap Gudang Pil Double L di Sukorejo
Wabup Kuansing Muklisin:  Belum ada kata terlambat untuk terus berbenah dan belajar
Kerja yata Polda Riau:Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru
Rekrutmen Akpol Polda Jatim 2026 Diikuti 276 Peserta, Kompolnas Tekankan Transparansi
Polres Probolinggo Amankan Tujuh Tersangka Curas dan Curanmor
Mahasiswa STAB Bodhi Dharma Laksanakan KKN di Vihara Arya Dharma Jakarta Utara
Pelaksanaan Patroli dan Himbauan Kamtibmas Terhadap Remaja di Wilkum Polsek Marikit
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 10:46 WIB

Mahasiswa, Polri, dan Intelektual Bersatu di Rimbang Baling, Perkuat Gerakan Cegah Karhutla dan Narkoba di Riau

Minggu, 26 April 2026 - 10:41 WIB

Kepolisian Polres Pasuruan Ungkap Gudang Pil Double L di Sukorejo

Minggu, 26 April 2026 - 09:26 WIB

Wabup Kuansing Muklisin:  Belum ada kata terlambat untuk terus berbenah dan belajar

Minggu, 26 April 2026 - 09:02 WIB

Kerja yata Polda Riau:Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

Minggu, 26 April 2026 - 08:55 WIB

Rekrutmen Akpol Polda Jatim 2026 Diikuti 276 Peserta, Kompolnas Tekankan Transparansi

Berita Terbaru