Terkait Kasus Pemalsuan Tanda tangan H. Sopian HAS, 2 Bulan Hasil Gelar Perkara Tak Di Beritahukan Ke korban, Kapolda Riau: Nanti Saya tanya dulu ke anggota Apa Kendalanya

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU,Pilarfakta,id.- Korban pemalsuan tanda tangan H Sopian HAS (73) warga Menggala Sakti, Tanah Putih Sedinginan, Rokan Hilir (Rohil) sejauh ini belum ada menerima hasil gelar perkara khusus dari pihak penyidik Unit III Satreskrim Polres Rohil dan Polda Riau.

Padahal Gelar Perkara Khusus tersebut dilaksanakan sudah dua bulan yang lalu, tepatnya, Kamis (12/2/2026) di ruangan Rapat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan SIK MH MHum ketika ditemui awak media beberapa waktu lalu mengatakan, hasil gelar perkara tersebut wajib diberitahukan kepada korban dan pihak-pihak terkait lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena hasil gelar perkara tersebut salah satu langkah pembuktian baru, atau ditemukan adanya kejanggalan dalam proses penyelidikan dan penyidikan perkara pidana yang dilakukan oleh penyidik.

“Ya, hasil gelar perkara wajib diberitahukan kepada korban atau pelapor. Pemberitahuan ini merupakan bagian dari transparansi penyidikan, yang umumnya disampaikan melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan/Penyidikan (SP2HP),” kata Irjen Herry.

Kapolda juga menerangkan, penyidik wajib memberitahukan perkembangan hasil gelar perkara kepada pelapor paling lama 3 hari setelah gelar perkara awal.

“Korban berhak mendapatkan informasi mengenai status perkara, apakah perkara dilanjutkan ke tahap penyidikan atau dihentikan (SP3). Di dalam SP2HP itu ditandatangani oleh ketua tim penyidik dan diketahui oleh pengawas penyidik untuk menjamin transparansi,” terang Irjen Herry.

Baca Juga:  Ketua Presidium FPII Desak Kapolri Usut Tuntas Kasus Penikaman Jurnalis di Banggai Laut

Jenderal bintang dua ini juga menjelaskan, jika SP2HP tidak diterima dalam jangka waktu wajar, korban berhak menanyakan perkembangan penanganan kasus ke pihak kepolisian dalam hal ini ke pihak penyidik.

“Apapun hasil gelar perkara itu wajib diberitahukan kepada korban paling lama 3 hari atau seminggu setelah gelar perkara dilaksanakan. Jika tidak diberitahukan korban berhak mempertanyakan kepada penyidik. Karena penyidik tidak berhak menyembunyikan hasil gelar perkara tersebut,” ungkapnya.

Irjen Herry juga menambahkan, pihaknya akan menanyakan pengembangan atau hasil dari gelar perkara khusus terhadap kasus pemalsuan tanda tangan korban H Sopian HAS yang diduga dilakukan terlapor Samin.

“Saya belum tahu masalah ini. Nanti saya cek dulu lah, kok bisa sampai dua bulan tidak diberitahu kepada korban hasil gelar perkara. Apapun hasilnya wajib diberitahukan kepada korban. Saya akan mengecek apa permasalahannya kok tidak diberitahukan hasil gelar perkara kepada korban sehingga dua bulan lamanya,” ujarnya lagi.

Terkait permasalahan ini, Kapolda berjanji akan mempertanyakan kepada anggotanya. “Ya, nanti saya tanya dulu apa kendalanya sehingga sudah dua bulan belum juga diberitahukan hasilnya kepada korban. Saya meminta kepada anggota kepolisian jajaran Polda Riau jangan coba-coba melindungi pelaku kejahatan, ya termasuk mafia tanah. Jika ada anggota saya melindungi mafia tanah di Riau laporkan ke saya. Pasti saya PTDH-kan,” tambah Irjen Herry Heryawan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu Jaringan Lintas Daerah*
Kapolres Pasuruan Takziah ke Rumah Duka Korban Pembunuhan Prigen, Tegaskan Komitmen Penanganan Kasus Secara Adil
KABUT ASAP PEKAT SELIMUTI BAYUNG LENCIR SEPANJANG HARI, SRIANTO DESAK TINDAKAN NYATA PEMERINTAH  
DI DUGA GALIAN C SUMBER KRAMAT TONGAS TABRAK ATURAN SEOLAH KEBAL HUKUM .
Polres Nganjuk Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Lima Tersangka Diamankan*
Dua Oknum Security Diduga Intimidasi dan Halangi Wartawan di Perusahaan Jalan Ness, UU Pers Ancam Pidana 2 Tahun
*Kapolres Gresik Turun Tangan Respons Isak Tangis Warga Korban Pemerasan DC Pinjol*
Humbang Hasundutan Juara Umum Olimpiade Gasing Nasional 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 03:22 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu Jaringan Lintas Daerah*

Jumat, 9 Oktober 2026 - 03:18 WIB

Kapolres Pasuruan Takziah ke Rumah Duka Korban Pembunuhan Prigen, Tegaskan Komitmen Penanganan Kasus Secara Adil

Jumat, 9 Oktober 2026 - 03:04 WIB

KABUT ASAP PEKAT SELIMUTI BAYUNG LENCIR SEPANJANG HARI, SRIANTO DESAK TINDAKAN NYATA PEMERINTAH  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:40 WIB

DI DUGA GALIAN C SUMBER KRAMAT TONGAS TABRAK ATURAN SEOLAH KEBAL HUKUM .

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Dua Oknum Security Diduga Intimidasi dan Halangi Wartawan di Perusahaan Jalan Ness, UU Pers Ancam Pidana 2 Tahun

Berita Terbaru