PEKANBARU — Manusia adalah makhluk yang dibekali akal budi, kesadaran, dan kemampuan membedakan yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu, manusia seharusnya menyadari siapa dirinya -tetaplah manusia, bukan binatang.
Apabila seseorang menyebut dirinya sendiri sebagai serigala atau binatang, hal itu berarti pikirannya tidak jernih, kurang sehat, dan tidak wajar. Sebab, manusia yang akalnya sehat pasti sadar bahwa dirinya adalah manusia, bukan hewan. Menyamakan diri sendiri dengan binatang menunjukkan hilangnya kesadaran akan jati diri sebagai manusia yang berakal dan bermartabat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebutan seperti itu bukanlah kebanggaan, melainkan tanda pikiran yang tidak normal, tidak seimbang, dan menjauh dari akal sehat. Manusia yang waras pasti tahu batasnya: manusia tetap manusia, binatang tetap binatang. Tidak boleh disamakan.
Semoga menjadi pengingat bersama: jagalah akal budi, hargai martabat kemanusiaan, dan jangan pernah menyamakan diri dengan hewan. Karena menyebut diri serigala atau binatang sama saja dengan mengakui bahwa pikirannya tidak wajar dan kurang sehat.
Redaksi




















