PEKANBARU– Pemandangan antrean panjang kendaraan kembali menghiasi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini tidak hanya melanda pusat kota, tetapi juga dilaporkan terjadi secara merata di berbagai daerah lain di Provinsi Riau, yang memicu keresahan di kalangan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Sabtu (2/5/2026), puluhan kendaraan pribadi, mulai dari sepeda motor hingga mobil, tampak mengular sejak pagi hari. Mayoritas pengendara didominasi oleh warga yang tengah berburu Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar dan Pertalite yang pasokannya dilaporkan tersendat.
Kondisi sulit ini dirasakan langsung oleh Rian, seorang warga Pekanbaru yang mengaku telah berupaya mencari Bio Solar sejak Kamis (30/4/2026). Namun, meski telah mendatangi beberapa lokasi, ia harus menelan kekecewaan karena tangki penyimpanan di stasiun pengisian yang didatanginya selalu dalam kondisi kosong
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak hari Kamis kemarin cari Bio Solar memang tak ada. Hari ini di SPBU Jalan Hang Tuah juga masih kosong, katanya kemungkinan besok baru masuk. Kita memang harus lebih sabar menunggu kiriman datang kalau mau dapat BBM subsidi sekarang,” ujar Rian saat ditemui di tengah antrean, Sabtu (2/5/2026).
Senada dengan Rian, warga lainnya bernama Riski juga mengeluhkan panjangnya antrean untuk mendapatkan Pertalite. Menurut pengamatannya, kondisi ini telah berlangsung selama dua hari terakhir akibat keterlambatan pasokan yang membuat warga harus bersaing mendapatkan sisa stok yang ada di tangki SPBU.
“BBM di beberapa SPBU informasinya masih dalam proses pengiriman, jadi stoknya tidak menentu. Jika ada pun, antreannya pasti sangat panjang. Saya sudah muter-muter cari BBM ke banyak tempat, tapi hampir semuanya sama saja, harus menunggu lama,” tutur Riski dengan nada pasrah.
Sementara itu, warga lainnya Budi menambahkan bahwa kelangkaan ini telah meluas hingga ke daerah penyangga di sekitar Pekanbaru. Menurutnya, stok yang kosong di banyak wilayah memaksa sebagian warga untuk mencari BBM ke luar kota demi mendapatkan Bio Solar atau Pertalite, mengingat kondisi di dalam kota sudah sangat tidak kondusif bagi pengendara.
Menanggapi situasi tersebut, Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, memastikan bahwa pasokan BBM di wilayah Riau masih dalam kondisi aman.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan ketersediaan BBM di wilayah Riau dalam kondisi aman dan mencukupi. Meskipun terjadi peningkatan kebutuhan di sejumlah titik SPBU,” jelasnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, lonjakan konsumsi BBM terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang pada 1–3 Mei 2026.
“Sebagai langkah antisipatif, kami telah meningkatkan penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite hingga 20 persen dari rata-rata normal,” tambahnya.
Pertamina juga terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan lembaga penyalur untuk memastikan distribusi berjalan optimal di lapangan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata,” tutupnya.”




















