Waspada! Bisnis Tokek Harga Meliaran Teryata Bayak Modus Penipuan Ratusan Orang jadi korban 

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PEKANBARU, pilarfakta.id – Belakangan ini, kabar tentang bisnis tokek dengan harga yang diklaim mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah per ekor kembali ramai dibicarakan. Namun, faktanya banyak informasi tersebut ternyata tidak benar dan justru menjadi sarana penipuan yang merugikan banyak orang.

Menurut data dan pengalaman yang terjadi di berbagai daerah, klaim bahwa tokek bisa dijual dengan harga miliaran rupiah sebagian besar adalah mitos dan hoaks. Secara ilmiah, tokek merupakan reptil yang panjang maksimalnya hanya sekitar 35 cm, sehingga cerita tentang tokek raksasa berukuran 1 meter lebih yang dijual mahal sudah pasti tidak benar, bahkan seringkali merupakan hasil rekayasa gambar atau manipulasi objek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi pasar yang sebenarnya, harga tokek jauh dari angka yang disebut-sebut. Untuk tokek hasil tangkapan alam, ukuran sedang biasanya hanya dijual seharga Rp 2.500 per ekor, sedangkan ukuran agak besar sekitar Rp 3.000 per ekor. Untuk keperluan ekspor dalam bentuk kering, harga di pasar internasional pun relatif murah, yaitu sekitar 2 USD untuk 2 ekor dengan pembelian minimal 1.000 pasang.

Modus Penipuan yang Sering Terjadi
Banyak orang yang tergiur dengan janji keuntungan besar, akhirnya menjadi korban penipuan.

Berikut adalah beberapa modus yang sering digunakan:
Meminta biaya administrasi atau transportasi: Pelaku mengaku sebagai pembeli atau perantara, lalu meminta uang untuk biaya perjalanan, pengurusan dokumen, atau biaya lainnya dengan alasan akan datang mengambil tokek. Namun setelah uang diterima, mereka menghilang dan tidak pernah datang.

Skema investasi palsu: Pelaku menawarkan paket investasi dengan membeli kandang dan tokek, menjanjikan keuntungan besar dan akan membeli kembali hasil panen. Namun setelah beberapa waktu, pihak pengelola menghilang dan tidak mau membeli kembali tokek yang sudah dipelihara, sehingga korban mengalami kerugian besar. Salah satu kasus yang cukup besar terjadi di Kediri, di mana kerugian mitra ditaksir mencapai Rp 170 miliar.

Baca Juga:  RILIS RESMI REDAKSI PILARFAKTA.ID Tentang Kewajiban Menjaga Etika, Perilaku, dan Pergaulan di Dunia Maya 

Manipulasi ciri-ciri tokek: Pelaku mengklaim bahwa tokek dengan ciri khusus seperti ekor bercabang, warna tertentu, atau yang bersuara lebih dari 7 kali memiliki harga mahal. Padahal, hal tersebut hanya mitos dan tidak memiliki dasar pasar yang nyata.
Kasus Terbaru: WNA Thailand Hampir Rugi Miliaran
Baru-baru ini, tiga warga negara asing (WNA) asal Thailand hampir menjadi korban penipuan jual beli tokek emas di Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka ditawari tokek dengan harga Rp 1 miliar per ekor, total mencapai Rp 2 miliar untuk dua ekor. Beruntung, kecurigaan warga setempat berhasil menggagalkan aksi tersebut sebelum mereka mengeluarkan uang.

Kapolsek Pesanggaran Kompol Maskur menegaskan bahwa kasus tersebut memiliki unsur penipuan dan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran bisnis dengan harga yang tidak masuk akal. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwajib.

Himbauan untuk Masyarakat
Para ahli dan pihak berwenang mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan janji keuntungan instan dan besar dalam bisnis tokek. Sebelum terjun ke bisnis ini, sebaiknya cari informasi yang jelas dan valid, serta pastikan adanya transaksi yang nyata dan tidak meminta biaya-biaya di awal.

Ingat, bisnis yang benar dan legal tidak akan menjanjikan keuntungan yang tidak wajar dan tidak akan meminta uang di muka dengan alasan yang tidak jelas. Jangan sampai impian untuk mendapatkan kekayaan cepat justru membuat Anda mengalami kerugian yang besar.

Redaksi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pacu Jalur Resmi Digelar, Plt Bupati Kuansing Dorong Tepian Narosa Jadi Destinasi Wisata Budaya
Vihara Nagarjuna Palangka Raya Gelar Sembahyang Ulambana, Doakan Leluhur dan Keselamatan Kalimantan Tengah
MENYEBUT DIRI SEBAGAI SERIGALA ATAU BINATANG, MENUNJUKKAN PIKIRAN KURANG NORMAL
HARI JADI DAN PERESMIAN YLBH-SKRI BERLANGSUNG MERIAH DI BAKTI ALAM TUTUR, KABUPATEN PASURUAN
Sikap tegas ketua DPD LSM FPSR PASURUAN atas pengunakan Identitas Berkedok “Kaperwil”, Akun Palsu Sebarkan Ujaran Kebencian dan Cemarkan Nama Baik Orang Lain.
Kaperwil Pilar Fakta.id Bersikap Tegas Soal Penyalahgunaan Nama dan Jabatan untuk Sebarkan Ujaran Kebencian
MANASIK HAJI ANAK TK/MI SE-KECAMATAN BEJI DIGELAR DI WISATA KEBUN KURMA
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Pacu Jalur Resmi Digelar, Plt Bupati Kuansing Dorong Tepian Narosa Jadi Destinasi Wisata Budaya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Vihara Nagarjuna Palangka Raya Gelar Sembahyang Ulambana, Doakan Leluhur dan Keselamatan Kalimantan Tengah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:56 WIB

MENYEBUT DIRI SEBAGAI SERIGALA ATAU BINATANG, MENUNJUKKAN PIKIRAN KURANG NORMAL

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:22 WIB

HARI JADI DAN PERESMIAN YLBH-SKRI BERLANGSUNG MERIAH DI BAKTI ALAM TUTUR, KABUPATEN PASURUAN

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Sikap tegas ketua DPD LSM FPSR PASURUAN atas pengunakan Identitas Berkedok “Kaperwil”, Akun Palsu Sebarkan Ujaran Kebencian dan Cemarkan Nama Baik Orang Lain.

Berita Terbaru