Kuliah Bisnis Digital di Pekanbaru: Data Membuktikan, Ini Jurusan Paling Dibutuhkan di Era Sekarang

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, pilarfakta.id – Memilih jurusan kuliah di era transformasi teknologi saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan minat personal, melainkan harus berbasis pada data kebutuhan pasar kerja. Program Studi (Prodi) Bisnis Digital di Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Lancang Kuning (Unilak) hadir sebagai jawaban atas perubahan drastis dunia industri yang kini sangat bergantung pada ekosistem digital.

Dekan Fasilkom Unilak, Dr. Yogi Yunefri, menegaskan bahwa kurikulum yang disusun telah disesuaikan dengan realitas kebutuhan global. “Kami melihat adanya gap yang besar antara kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja. Bisnis Digital bukan lagi sekadar tren musiman, melainkan sudah menjadi tulang punggung ekonomi masa depan. Di Fasilkom Unilak, kami menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi langsung siap ‘tempur’ di industri digital,” ujar Dr. Yogi, Senin (27/4/2026).

Data dari World Economic Forum memperkuat urgensi ini dengan memprediksi munculnya 97 juta pekerjaan baru berbasis teknologi, meskipun jutaan pekerjaan konvensional mungkin tergantikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, laporan McKinsey & Company menunjukkan dunia masih mengalami krisis talenta digital, terutama pada spesialisasi digital marketing, data analytics, serta konten media digital. Hal inilah yang menjadi peluang emas bagi para calon mahasiswa untuk mengisi posisi-posisi strategis tersebut.

Di level nasional, potensi ini semakin nyata. Studi e-Conomy SEA oleh Google, Temasek, dan Bain & Company memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia akan menembus angka USD 130 miliar dalam beberapa tahun mendatang.

Pertumbuhan masif ini didorong oleh sektor e-commerce, layanan digital, dan media daring yang semuanya membutuhkan tenaga ahli di bidang bisnis digital untuk mengelola operasional serta strategi pemasarannya.

Dr. Yogi Yunefri menjelaskan bahwa keunggulan prodi ini terletak pada fleksibilitas kariernya, karena hampir semua sektor kini membutuhkan sentuhan digital.

Baca Juga:  Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 difokuskan pada 7 prioritas pelanggaran

“Kebutuhan ini tidak terbatas pada perusahaan startup saja. UMKM yang merupakan 99% penggerak ekonomi Indonesia sangat membutuhkan digital marketing untuk naik kelas. Begitu juga korporasi besar, industri kreatif, hingga instansi pemerintahan semuanya memerlukan strategi komunikasi publik digital yang mumpuni,” tambahnya.

Mahasiswa di Prodi Bisnis Digital Fasilkom Unilak dibekali dengan keterampilan aplikatif seperti strategi SEO, social media marketing, hingga pengembangan startup.

Dengan penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE), mahasiswa tidak hanya mengejar nilai di atas kertas, tetapi juga diwajibkan mengerjakan proyek nyata dan membangun portofolio sejak dini agar memiliki bukti kompetensi saat lulus nanti.

Salah satu daya tarik utama dari prodi ini adalah profil lulusan yang diarahkan menjadi tiga pilar utama, yakni Digital Creator yang ahli membangun audiens, Digital Marketer yang mahir mengelola kampanye penjualan, serta Digital Entrepreneur yang mampu membangun bisnis rintisan sendiri.

Fokus pada output nyata ini membuat mahasiswa berpeluang menghasilkan pendapatan secara mandiri, baik melalui freelance maupun jualan daring, bahkan sebelum mereka meraih gelar sarjana.

Selain fokus pada penguasaan teknologi lokal, Fasilkom Unilak juga membuka cakrawala global bagi mahasiswanya. Melalui kelas internasional, mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk mengikuti program magang hingga peluang bekerja di Jepang.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa lulusan Unilak memiliki daya saing tinggi dan standar profesionalisme yang diakui di level mancanegara.

“Kami ingin mahasiswa kami memiliki mentalitas global. Dengan adanya peluang magang dan kerja di Jepang, kami memberikan jembatan nyata agar mereka tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital dunia, tetapi menjadi pemain kunci yang diperhitungkan,” tegas Dr. Yogi Yunefri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEBEBASAN PERS 2026: Antara Kemajuan Digital, Tantangan Disinformasi, dan Tanggung Jawab Bersama
Pemkab Meranti Apresiasi Pengungkapan 27 Kg Sabu Jaringan Internasional di Perbatasa
Pendidikan Bermutu Dimulai dari Pola Pikir dan Mental yang Kuat! 
Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga Sumbagut Soal Penyebab Antrean BBM di Riau Mengular
Empat Pelaku Pembunuhan Sadis di Rumbai pekanbaru Ahir ditangkap Polda Riau 
Warga Riau Diuji Kesabarannya Menunggu Pasokan Antrean BBM
Lima Daerah Jadi Fokus, RAPP Perkuat Intervensi Penurunan Stunting di Riau
H Sopian HAS: menanyakan apakah masih ada keadilan untuk dirinya di Polda Riau
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:07 WIB

KEBEBASAN PERS 2026: Antara Kemajuan Digital, Tantangan Disinformasi, dan Tanggung Jawab Bersama

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:32 WIB

Pemkab Meranti Apresiasi Pengungkapan 27 Kg Sabu Jaringan Internasional di Perbatasa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:22 WIB

Pendidikan Bermutu Dimulai dari Pola Pikir dan Mental yang Kuat! 

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:02 WIB

Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga Sumbagut Soal Penyebab Antrean BBM di Riau Mengular

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:40 WIB

Empat Pelaku Pembunuhan Sadis di Rumbai pekanbaru Ahir ditangkap Polda Riau 

Berita Terbaru

Daerah

May Day 2026 di Kuansing Berlangsung Aman dan Kondusif

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:39 WIB

Daerah

Semarak May Day di Kampar, Bupati Tekankan Kebersamaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:32 WIB