Gubri Abdul Wahid telah mengenakan rompi warna oranye tahanan KPK bernomor 94

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan anggaran di Dinas PUPR Provinsi Riau

Hal ini diketahui lantaran Gubri Abdul Wahid telah mengenakan rompi warna oranye tahanan KPK bernomor 94. Kedua tangannya juga terborgol.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turun dari mobil tahanan, dia digiring petugas memasuki Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 13.46 WIB.

Meski demikian, KPK belum menggelar konferensi pers untuk mengumumkan para tersangka, serta konstruksi perkara yang menjerat Abdul Wahid.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, pimpinan KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dari gelaran operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Riau, Senin (3/11/2025).

Penetapan tersangka dalam kasus dugaan pemerasan anggaran itu dilakukan berdasarkan gelar perkara di tingkat pimpinan.

Selain Abdul Wahid, tim KPK mengamankan delapan orang lainnya dari operasi senyap di Riau.

Baca Juga:  Dasar Hukum Penanganan Hoaks: UU ITE dan UU Pers

Mereka yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau Arif Setiawan; dan Sekretaris Dinas PUPR PKPP Riau Fery Yunandi.

Kemudian lima orang para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Dinas PUPR PKPP. Selain itu, KPK mengamankan satu pihak swasta yang merupakan tenaga ahli Gubernur Abdul Wahid, yaitu Tata Maulana (TM).

Sedangkan Dani M. Nursalam (DN) tenaga ahli Gubernur, sempat dicari KPK sebelum akhirnya menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Selasa (4/11/2025) malam.

Selain itu, tim komisi antirasuah mengamankan sejumlah uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS) dan Poundsterling. Totalnya sejumlah Rp 1,6 miliar.

“Uang itu diduga bagian dari sebagian penyerahan kepada kepala daerah. Jadi sebelum kegiatan tangkap tangan ini, diduga sudah ada penyerahan-penyerahan lainnya,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LAPOR KE MABES POLRI PUSAT: ARTI 86, TANGKAP LEPAS, DAN CARA MENGADUKAN SECARA RESMI
Presiden Prabowo Paparkan Arah Kebijakan Ekonomi Nasional Melalui KEM PPKF 2027, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Capai 6,5 Persen
KEPALA BNN RI HADIRI SIDANG PARIPURNA DPR BERSAMA JAJARAN KABINET MERAH PUTIH
Pencipta, Sejarah Lahir, Dan Asal Daerah Perusahaan Di Balik Aplikasi Populer TikTok
Berikut data lengkap jumlah menteri dan rincian tugasnya di Kabinet Merah Putih (2024–2029)
Cara Jitu untuk Melawanya: Istilah tajam ke bawah, tumpul ke atas adalah kenyataan pahit
Pemberitaan Hanyalah informasi Publik, Bukan laporan Polisi Atau Bukti Sah Di Mata Hukum
Presiden Prabowo Serahkan Pesawat MRCA Rafale dan Sistem Pertahanan Modern untuk Perkuat Pertahanan Udara Nasional
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:32 WIB

LAPOR KE MABES POLRI PUSAT: ARTI 86, TANGKAP LEPAS, DAN CARA MENGADUKAN SECARA RESMI

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:36 WIB

Presiden Prabowo Paparkan Arah Kebijakan Ekonomi Nasional Melalui KEM PPKF 2027, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Capai 6,5 Persen

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:12 WIB

KEPALA BNN RI HADIRI SIDANG PARIPURNA DPR BERSAMA JAJARAN KABINET MERAH PUTIH

Senin, 18 Mei 2026 - 20:10 WIB

Pencipta, Sejarah Lahir, Dan Asal Daerah Perusahaan Di Balik Aplikasi Populer TikTok

Senin, 18 Mei 2026 - 19:56 WIB

Berikut data lengkap jumlah menteri dan rincian tugasnya di Kabinet Merah Putih (2024–2029)

Berita Terbaru

Daerah

PESAN DAN MAKNA DI BALIK KISAH BUNIAN

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:57 WIB