Forum Masyarakat Riau Antimaksiat (FORMARAM) menggelar aksi menuntut New Paragon KTV Pool and Cafe di Jalan Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, agar segera ditutup

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, pilarfakta.id – Forum Masyarakat Riau Antimaksiat (FORMARAM) menggelar aksi menuntut New Paragon KTV Pool and Cafe di Jalan Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, agar segera ditutup, Senin (2/2/2026).

Aksi demonstrasi ini dimulai selepas massa menggelar salat Ashar berjemaah di Masjid Nurul Ikhlas, Jalan Setia Budi. Masjid tersebut menjadi titik kumpul sebelum ratusan massa bergerak long march menuju lokasi tempat hiburan malam New Paragon.

Hingga malam hari, massa aksi masih bertahan di lokasi menuntut agar New Paragon betul-betul ditutup. Bahkan, mereka memutuskan solat berjemaah di jalan persisnya di depan New Paragon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir dalam rombongan aksi tersebut mantan Gubernur Riau Edy Natar Nasution, tokoh masyarakat Azlaini Agus, mantan anggota DPRD Riau Ade Hartati, jajaran pengurus FORMARAM, sejumlah tokoh agama, serta puluhan mahasiswa Universitas Riau.

Setibanya di lokasi, massa aksi mengawali kegiatan dengan memanjatkan doa bersama untuk keselamatan dan ketenteraman masyarakat Kota Pekanbaru. Aksi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian orasi secara bergantian dari para tokoh yang hadir.

Dalam orasinya, Edy Natar Nasution menegaskan penolakannya terhadap keberadaan tempat hiburan malam yang dinilai melanggar norma agama, budaya Melayu, dan peraturan daerah.

Ia menilai, pemerintah daerah seharusnya tidak menjadikan pendapatan dari sektor hiburan malam sebagai alasan pembenaran, apabila operasionalnya bertentangan dengan nilai moral dan ketentuan hukum.

“Jika pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara bersih dan optimal, tanpa kebocoran, maka tidak perlu bergantung pada pemasukan dari tempat-tempat yang bermasalah secara moral,” ujar Edy di hadapan massa.

Baca Juga:  Polresta Cirebon Sita 294 Botol Miras Hasil Razia Pekat

Senada dengan itu, Azlaini Agus menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan masyarakat terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan New Paragon, mulai dari jam operasional hingga perizinan usaha. Ia menegaskan bahwa berdasarkan temuan FORMARAM, izin yang dimiliki tempat tersebut tidak sesuai dengan aktivitas yang dijalankan.

FORMARAM secara resmi menyampaikan pernyataan sikap yang berisi tuntutan kepada Wali Kota Pekanbaru agar mencabut izin operasional New Paragon atau setidaknya membekukan sementara kegiatan usaha tersebut sambil dilakukan evaluasi menyeluruh. Pernyataan sikap itu juga ditembuskan kepada Kapolresta Pekanbaru, Ketua DPRD Kota Pekanbaru, dan Wakil Wali Kota Pekanbaru.

Menanggapi aksi tersebut, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Ingot Hutasuhut yang hadir di lokasi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas lemahnya pengawasan pemerintah daerah.

Ingot menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian serius dan segera dilaporkan kepada pimpinan daerah.

“Aspirasi ini kami terima dan akan menjadi agenda prioritas pemerintah kota. Kami akan bertindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Ingot.

Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya memuaskan massa aksi. Sejumlah tokoh menegaskan mereka akan tetap bertahan di lokasi hingga ada keputusan tegas berupa penyegelan atau penutupan sementara New Paragon.

Bahkan, Azlaini Agus meminta agar Ingot menghubungi Walikota Pekanbaru, yang dikabarkan sedang tidak berada di Pekanbaru.

Hingga lepas Magrib, ratusan personel kepolisian dan Satpol PP masih disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi. Sehingga sejak aksi berlangsung petugas mengalihkan arus lalu lintas di Jalan Sultan Syarif Kasim.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MEMALUKAN CORENG NAMA INSTANSI! PEGAWAI DINAS PU BENGKALIS DITANGKAP POLISI, TERBUKTI BAWAB & PAKAI SABU
Ungkap Kasus Curanmor di Gunung Sugih Raya, Pelaku Terjatuh Saat Kabur Langsung Diamankan Polisi
Polsek Kejayan Kawal Pengiriman Hasil Panen Jagung ke Bulog untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
VIRAL! : ANAK BUPATI TERJARING RAZIA DI KAWASAN KLEP PEKANBARU, LENGKAP DENGAN BARANG BUKTI NARKOBA 
Klarifikasi Lahan Sukajaya Terhambat; Pemilik Kebun dan Kepala Desa Tak Hadir!
AMCB bersama Sandekala Trimurti Desa PN Sumber Eksekusi Putusan
DPRD dan PUTR Buka Data Anggaran Jalan, FORMASI Tegaskan Pengawasan Harus Diperketat
Ungkap 3 Kejahatan Jalanan, Polres Pasuruan Tangkap Pelaku Begal dan Curanmor
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:31 WIB

MEMALUKAN CORENG NAMA INSTANSI! PEGAWAI DINAS PU BENGKALIS DITANGKAP POLISI, TERBUKTI BAWAB & PAKAI SABU

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:59 WIB

Ungkap Kasus Curanmor di Gunung Sugih Raya, Pelaku Terjatuh Saat Kabur Langsung Diamankan Polisi

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:23 WIB

Polsek Kejayan Kawal Pengiriman Hasil Panen Jagung ke Bulog untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:11 WIB

VIRAL! : ANAK BUPATI TERJARING RAZIA DI KAWASAN KLEP PEKANBARU, LENGKAP DENGAN BARANG BUKTI NARKOBA 

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:12 WIB

AMCB bersama Sandekala Trimurti Desa PN Sumber Eksekusi Putusan

Berita Terbaru