PILARFAKTA.ID- Istilah premanisme sekarang makin canggih, tidak lagi cuma di jalanan. Muncul dua jenis yang paling merugikan negara dan masyarakat: Preman Berdasi dan Preman Pendidikan. Keduanya sama-sama merugikan, tapi punya cara kerja, tempat beraksi, dan cara merugikan yang sangat berbeda. Berikut perbedaannya secara lengkap dan jelas:
PREMAN BERDASI: BERKUASA, PAKAI JABATAN, ANGGARAN NEGARA
Ciri Utama: Berpenampilan rapi, berseragam atau berdasi, punya jabatan resmi, bekerja di pemerintahan, DPR, BUMN, atau dunia usaha besar.
Tempat Beraksi: Kantor dinas, ruang rapat, gedung dewan, proyek pemerintah, meja keputusan.
Senjata: Peraturan, undang-undang, surat keputusan, izin, anggaran negara, kekuasaan jabatan.
Cara Kerja:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
– Mengatur aturan demi kepentingan sendiri/kelompok
– Menggelembungkan harga proyek, pungli izin, korupsi dana rakyat
– Memaksa kehendak lewat kekuasaan, ancaman pecat, atau cabut izin
– Menutup akses orang jujur, memberi keuntungan ke kroni
Kerugian: Miliaran hingga triliunan rupiah uang negara hilang, pembangunan macet, rakyat rugi besar.
Contoh: Pejabat main tender, minta “uang tenar”, korupsi dana bantuan, atur regulasi demi keuntungan sendiri.
“Preman berdasi itu malingnya pakai dasi, mencuri pakai aturan, merampok pakai hukum,” – Ujar pengamat sosial.
PREMAN PENDIDIKAN: BERLATARKAN ILMU, BERKUASA DI DUNIA SEKOLAH/KAMPUS
Ciri Utama: Berpendidikan tinggi, bergelar, dosen, kepala sekolah, pengawas pendidikan, pejabat dinas pendidikan, atau pengelola lembaga pendidikan. Muncul seolah-olah orang pintar dan berilmu.
Tempat Beraksi: Sekolah, kampus, dinas pendidikan, ruang kurikulum, dana BOS, dana bantuan pendidikan.
Senjata: Ijazah, gelar, kepercayaan masyarakat, wewenang atur kurikulum, alokasi dana, aturan pendidikan.
Cara Kerja:
– Memonopoli jabatan, menyingkirkan orang jujur/berkualitas
– Mengatur penerimaan siswa/guru dengan pungutan biaya gelap
– Mengkorupsi dana BOS, bantuan operasional, atau dana perbaikan sekolah
– Menjual ijazah, memalsukan nilai, atur lulusan demi uang
– Menjaga kekuasaan lewat kelompok/mafia pendidikan, bungkam kritik
Kerugian: Kualitas pendidikan rusak, guru berprestasi tersisih, siswa rugi, masa depan generasi terancam, dana pendidikan jutaan/miliaran hilang.
Contoh: Pungutan uang gedung/ujian di luar aturan, main jabatan kepala sekolah, korupsi dana BOS, jual ijazah, atur penerimaan siswa.
“Preman pendidikan itu lebih berbahaya: dia merusak ilmu, merusak masa depan anak bangsa, dan menyalahgunakan kepercayaan orang tua,”
PERBEDAAN JELASNYA:
PERBEDAAN PREMAN BERDASI PREMAN PENDIDIKAN
Kekuasaan Jabatan Negara / Politik / Bisnis Jabatan di Dunia Pendidikan
Alat Anggaran, Peraturan, Izin Dana BOS, Kurikulum, Ijazah, Gelar
Target Rugi Uang Negara & Pembangunan Kualitas Ilmu & Masa Depan Anak
Cara Korupsi Proyek & Izin Pungli Sekolah, Jual Ijazah, Main Jabatan
Bahaya Merugikan Materi Negara Merusak Masa Depan Generasi
KESIMPULAN:
Preman Berdasi merampok uang rakyat, sedangkan Preman Pendidikan merampok ilmu dan masa depan anak bangsa. Keduanya sama-sama berbahaya, sama-sama merugikan, dan sama-sama harus dilawan serta dibongkar kejahatanya




















