Setahun Bungkam, Skandal Ijazah Ketua DPRD Siak Akhirnya Diseret ke Bareskrim

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA – Penanganan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu yang menyeret nama Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan, memasuki babak baru. Dinilai jalan ditempat dan tanpa kejelasan selama satu tahun penuh sepanjang 2025, Forum Transparansi 08 Astacita akhirnya mengambil langkah tegas dengan melaporkan penyidik Polda Riau ke Bareskrim Mabes Polri.

Laporan ini dilayangkan langsung oleh Ketua Forum Transparansi 08 Astacita, Rifky Rizal Zaman, S.H., yang menilai adanya indikasi ketidakprofesionalan dan pembiaran (undue delay) dalam penanganan perkara yang seharusnya menjadi atensi publik tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat ada keanehan yang sangat mencolok. Sejak bukti baru (novum) diserahkan LSM Perkara pada November 2024, Polda Riau seolah membisu. Tidak ada gelar perkara, tidak ada penetapan tersangka, dan tidak ada SP2HP yang jelas. Kasus ini seperti ‘mati suri’ di meja penyidik,” tegas Rifky Rizal Zaman dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025).

Rifky menyoroti bahwa novum yang diajukan akhir tahun lalu bukanlah bukti sembarangan. Bukti tersebut diklaim memuat surat keterangan dari otoritas pendidikan (Kopertis/Dikti) yang menyatakan status ketidakaktifan kampus terkait sejak 2015. Namun, hingga November 2025, Indra Gunawan masih melenggang bebas menjalankan aktivitas politiknya tanpa hambatan hukum.

*Minta Bareskrim “Take Over” Kasus*

Dalam laporannya ke Bareskrim Polri, Forum Transparansi 08 Astacita membawa tiga tuntutan utama. Pertama, meminta Mabes Polri mengambil alih (take over) penanganan kasus ini dari Polda Riau demi objektivitas. Kedua, mendesak dilakukannya Gelar Perkara Khusus yang transparan. Ketiga, meminta Divisi Propam dan Wassidik untuk mengaudit kinerja penyidik Polda Riau terkait kemacetan kasus ini.

Baca Juga:  Dalam olah TKP di lokasi hadir sejumlah personel dari Polda Riau serta dinas SDM Provinsi Riau turut dilibatkan dalam penanganan peristiwa semburan api dari pipa gass

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kami menduga ada keengganan psikologis atau intervensi karena Terlapor adalah pejabat publik. Oleh karena itu, kami minta Bareskrim turun tangan. Ini ujian bagi slogan PRESISI Polri di era pemerintahan baru,” tambah Rifky dengan nada tajam.

Forum Transparansi 08 Astacita memberikan tenggat waktu bagi Bareskrim Polri untuk merespons laporan ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada atensi, Rifky menegaskan pihaknya siap membawa isu ini ke Kompolnas hingga Ombudsman RI demi tegaknya kepastian hukum di Bumi Lancang Kuning.

“Kami tidak ada urusan dengan politik praktis. Tidak ada kepentingan apapun, Fokus kami murni pada penegakan hukum. Jika ijazah itu sah, umumkan. Jika palsu, tangkap. Jangan digantung selama setahun tanpa kepastian yang justru merusak citra kepolisian,” tutup Rifky.

Kasus dugaan ijazah palsu ini sebelumnya sempat dihentikan pada 2021, namun kembali mencuat setelah munculnya bukti baru paska pelantikan Ketua DPRD Siak periode 2024-2029. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Riau belum memberikan keterangan resmi terkait laporan ke Bareskrim tersebut. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LAPOR KE MABES POLRI PUSAT: ARTI 86, TANGKAP LEPAS, DAN CARA MENGADUKAN SECARA RESMI
Diduga Cabuli dan Setubuhi Penyandang Disabilitas Secara Berulang, Pria 66 Tahun Ditangkap Satreskrim Polres Sampang
Di Tempat Hiburan malam: oknum TNI Tembak oknum TNI
Kejahatan yang sangat mencoreng kemanusiaan kembali terungkap: seorang ayah cabuli anak kandungnya sendiri!
Pelaku utama penembakan anggota kepolisian Bripka Anumerta Arya Supena, akhirnya tewas!
Terbongkar! Modus Ngaku Kunjungi Saudara, Penyelundupan PMI Ilegal di Dumai
Diduga Ada Manipulasi Fakta dalam Kasus Asusila Sampang, Kuasa Hukum Siap Buka Bukti di Persidangan
Kasus Dugaan Pengeroyokan di Kraton Naik Tahap Penyelidikan, Korban Desak Polres Pasuruan Kota Segera Tetapkan Tersangka
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:32 WIB

LAPOR KE MABES POLRI PUSAT: ARTI 86, TANGKAP LEPAS, DAN CARA MENGADUKAN SECARA RESMI

Senin, 18 Mei 2026 - 12:04 WIB

Diduga Cabuli dan Setubuhi Penyandang Disabilitas Secara Berulang, Pria 66 Tahun Ditangkap Satreskrim Polres Sampang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:16 WIB

Di Tempat Hiburan malam: oknum TNI Tembak oknum TNI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:41 WIB

Kejahatan yang sangat mencoreng kemanusiaan kembali terungkap: seorang ayah cabuli anak kandungnya sendiri!

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:50 WIB

Pelaku utama penembakan anggota kepolisian Bripka Anumerta Arya Supena, akhirnya tewas!

Berita Terbaru

Daerah

PESAN DAN MAKNA DI BALIK KISAH BUNIAN

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:57 WIB