SKANDAL WARTA SIDIK PEKANBARU: REDAKSI TOMMY DIDUGA REKAYASA FAKTA & RUGIKAN JURNALIS

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Konflik internal di lingkungan media Warta Sidik Pekanbaru, Riau, memanas menyusul dugaan rekayasa informasi dan ketidaktransparan yang dilakukan oleh pihak Redaksi bernama Tommy. Sejumlah mantan jurnalis menuntut pertanggungjawaban atas kerugian materiil maupun moril yang mereka alami.

Berikut rincian fakta berdasarkan keluhan dan bukti yang dihimpun:

Terjadi dugaan rekayasa keterangan dan penolakan tanggung jawab oleh Redaksi Tommy terhadap kerugian yang dialami tim jurnalis. Isu utama mencakup pengelolaan dana operasional, pembelian perangkat kerja (laptop), serta seragam yang dinilai tidak jelas pertanggungjawabannya. Selain itu, KTA dan Surat Tugas yang diterbitkan atas nama Media Warta Sidik justru tidak diakui keabsahannya oleh pihak redaksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Pihak Redaksi: Tommy (Redaksi Warta Sidik).
– Pihak Pengadu: Mantan Jurnalis Warta Sidik Pekanbaru (Rudi koto,Adi Santoso,Erna Wati,Ucok Jait, dan rekan lainnya).

Kasus ini melibatkan wilayah operasi di Pekanbaru, Riau, serta klaim aktivitas kerja yang dikaitkan dengan wilayah Jawa Barat.

Konflik ini mencuat setelah proses pemutusan hubungan kerja secara sepihak, di mana pihak redaksi menghapus nama-nama jurnalis dari grup dan struktur organisasi tanpa konfirmasi jelas, hingga akhirnya para jurnalis angkat bicara meminta keadilan.

Baca Juga:  Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa

Para jurnalis merasa dirugikan karena:

– Dana untuk keperluan kerja diklaim digunakan namun hasilnya tidak dirasakan atau diakui.
– Tommy menyatakan kerugian berasal dari aktivitas kerja di Jawa Barat, namun tim menuding Tommy justru “numpang hidup” dan tidak pernah bekerja aktif di sana.
– Tidak ada komitmen dan itikad baik untuk menyelesaikan masalah.
– – Terjadi praktik “maling teriak maling” di mana fakta diputarbalikkan.

Para jurnalis menuntut Tommy segera mempertanggungjawabkan segala kerugian yang terjadi. Mereka menuntut dihentikannya penyebaran opini palsu dan rekayasa fakta. Meski kantor dan seragam telah tersedia, perlakuan sepihak seperti penghapusan akses dan tidak diakuinya legalitas dokumen kerja membuat para jurnalis merasa diperlakukan tidak adil dan menuntut kejelasan hukum serta moral.

Red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Swasembada, Wakapolri Pimpin Langsung Penanaman Perdana Bawang Putih Serentak*
Menuju Hutan Indonesia Aman: 583 Polisi Kehutanan Dididik di Pusdik Binmas Polri*
Percepat Swasembada Bawang Putih, Polres Pasuruan Gelar Penanaman Serentak di Tlogosari
Bupati dan Kapolres Humbahas Ikuti Vidcon dan Laksanakan Gerakan Penanaman Bawang Putih Serentak
Menuju Swasembada Pangan, Polres Humbahas Laksanakan Penanaman Bawang Putih Serentak.
Dukung Swasembada Pangan, Polda Jatim dan Petani Tanam Bawang Putih Serentak*
Pacu Jalur Resmi Digelar, Plt Bupati Kuansing Dorong Tepian Narosa Jadi Destinasi Wisata Budaya
Polres Bojonegoro Edukasi Ratusan Pelajar Soal AI Antisipasi Deepfake dan Hoaks*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:54 WIB

Wujudkan Swasembada, Wakapolri Pimpin Langsung Penanaman Perdana Bawang Putih Serentak*

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:48 WIB

Menuju Hutan Indonesia Aman: 583 Polisi Kehutanan Dididik di Pusdik Binmas Polri*

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Percepat Swasembada Bawang Putih, Polres Pasuruan Gelar Penanaman Serentak di Tlogosari

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Bupati dan Kapolres Humbahas Ikuti Vidcon dan Laksanakan Gerakan Penanaman Bawang Putih Serentak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Menuju Swasembada Pangan, Polres Humbahas Laksanakan Penanaman Bawang Putih Serentak.

Berita Terbaru