Meski Belum Ditemukan, Diskes Riau Imbau Masyarakat Waspada Ancaman Virus Nipah

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU , pilarfakta.id – Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau Zulkifli memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus penularan virus Nipah di Provinsi Riau. Meski demikian, pihaknya akan memperkuat langkah pengawasan dan kewaspadaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Zulkifli mengatakan, bahwa kasusnya saat ini masih terjangkit di luar negeri, namun tidak menutup kemungkinan akan menyebarkan ke Indonesia.

“Kemarin kita sudah sosialisasi juga bersama Polda Riau dan masih perlu pendalaman soal virus itu,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zulkifli menyebutkan, pihaknya masih perlu pembahasan lebih lanjut sembari menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait penyebaran dan penanganan kasus tersebut.

“Tentu kita akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Saat ini kita masih perlu mendalami bagaimana proses penularan dan tata kelola virusnya sambil menunggu juknisnya,” ungkap Zulkifli.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Terlebih memasuki peralihan musim penghujan menuju kemarau.

“Kita minta masyarakat tetap waspada. Tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga rutin dan juga  memperhatikan kesehatan lingkungan,” kata Zulkifli.

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Penyakit Virus Nipah (Nipah Virus Disease/NiV) melalui penerbitan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan bahwa penyakit virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.) dan dapat menular ke manusia baik secara langsung, melalui hewan perantara seperti babi, maupun dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti buah dan nira.

Baca Juga:  Polres Kampar menunjukkan taringnya dalam upaya perlindungan satwa liar dengan menggagalkan transaksi ilegal

Dikutip melalui Ayosehat.kemkes.go.id, virus Nipah termasuk dalam kelompok paramyxovirus yang merupakan virus RNA. Kelompok virus ini juga dapat menyebabkan penyakit lain, seperti pneumonia, gondongan, dan campak. Namun, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang membuatnya menjadi ancaman serius.

Penularan virus Nipah dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi Virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut dimasak kurang matang.

Selain penularan dari hewan ke manusia, virus Nipah juga diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien berada dalam kondisi yang menghasilkan banyak sekali cairan tubuh, seperti air liur.

Setelah terinfeksi, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum gejala muncul. Gejala infeksi ini dapat bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan mengancam jiwa. Beberapa gejala yang mungkin terjadi termasuk demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sesak napas, muntah, kesulitan menelan dan peradangan otak (ensefalitis).

Kondisi ensefalitis yang disebabkan oleh Virus Nipah dapat mengakibatkan gejala serius seperti kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, dan perubahan mood yang signifikan. Pada kasus yang parah, infeksi Virus Nipah dapat menyebabkan kematian.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati dan Ketua DPRD Humbahas Hadiri Peresmian Posbankum, Menteri Hukum RI serahkan Piagam Penghargaan kepada Bupati Humbang Hasundutan
Bhabinkamtibmas Masangan Monitoring Peternakan Puyuh Produktif Milik Bumdes
Tanda Tangan Dipalsukan di SKGR, DPR RI Minta Polda Riau Batalkan SP3 Kasus Warga Rohil
Audensi Forum FPII bersama Kejari Kuansing berjalan lancar sambil minum santai
Ketua Pengurus Harian YLBH Sarana Keadilan Rakyat, Mukhamad Khoirul Huda, mengusulkan agar yayasan tersebut dibubarkan
Forum Pers Independent Indonesia berkunjung ke Polres Kuansing untuk audensi bersama Kapolres
Polres Pelabuhan Tanjungperak Lakukan Tindakan Tegas Terukur, Komplotan Curanmor yang Beraksi di 10 TKP
Tim URC Polrestabes Surabaya Amankan 2 Tersangka Curanmor Milik Kurir
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:46 WIB

Bupati dan Ketua DPRD Humbahas Hadiri Peresmian Posbankum, Menteri Hukum RI serahkan Piagam Penghargaan kepada Bupati Humbang Hasundutan

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:46 WIB

Bhabinkamtibmas Masangan Monitoring Peternakan Puyuh Produktif Milik Bumdes

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:16 WIB

Tanda Tangan Dipalsukan di SKGR, DPR RI Minta Polda Riau Batalkan SP3 Kasus Warga Rohil

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:33 WIB

Audensi Forum FPII bersama Kejari Kuansing berjalan lancar sambil minum santai

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:45 WIB

Ketua Pengurus Harian YLBH Sarana Keadilan Rakyat, Mukhamad Khoirul Huda, mengusulkan agar yayasan tersebut dibubarkan

Berita Terbaru