Wali Kota Hadiri Rakor TNI AD- Pemprov Jabar, Satukan Langkah Atasi Sampah dan Antisipasi Kemarau Panjang

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA pilarfakta.id – Komitmen Pemerintah Daerah dalam menghadapi persoalan lingkungan semakin diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menghadiri rapat koordinasi strategis yang digelar TNI Angkatan Darat bersama pemerintah daerah se-Jawa Barat di Aula A.H Nasution Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Rapat tersebut membahas penanganan sampah dan antisipasi dampak musim kemarau Panjang.

Forum yang berlangsung di Jakarta tersebut menjadi ruang bersama bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur TNI untuk menyamakan langkah dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Selain membahas pengelolaan sampah yang berkelanjutan, pertemuan juga menyoroti kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi kekeringan dan krisis air bersih berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani, para bupati dan wali kota se-Jawa Barat, serta jajaran Komandan Distrik Militer (Dandim) Kodam III/Siliwangi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam arahannya, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini tidak lagi dipandang sebagai isu kebersihan semata, melainkan telah menjadi tantangan nasional yang berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, ketahanan energi, dan keberlanjutan pembangunan.

“Permasalahan sampah merupakan isu yang harus ditangani secara bersama-sama. TNI AD siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, penyelesaian persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, TNI AD terus mendorong berbagai program yang tidak hanya menyelesaikan masalah dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau waste-to-fuel. Program ini tengah dikembangkan di sejumlah lokasi strategis, termasuk TPA Bantar Gebang dan Sumur Batu di Bekasi, TPA Galuga di Bogor, TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, TPA Jatibarang di Semarang, hingga TPA Suwung di Denpasar.

Teknologi tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi ganda, yakni mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi yang bernilai ekonomi. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah menuju sistem yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Rangkasbitung Polres Lebak Cek Perkembangan Tanaman Jagung Jenis Hibrida NK 212 di Desa Sukamanah

Selain isu persampahan, rapat juga membahas potensi dampak kemarau panjang yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah. Ancaman kekeringan menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, sektor pertanian, serta ketersediaan air bersih.

Menanggapi hal tersebut, TNI AD menyatakan kesiapan untuk mendukung distribusi air bersih dan berbagai langkah mitigasi yang diperlukan daerah. Kekuatan aparat kewilayahan hingga tingkat desa dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat respons terhadap wilayah yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut baik dukungan yang diberikan TNI AD kepada pemerintah daerah. Ia menilai kolaborasi yang terbangun selama ini telah menghasilkan berbagai capaian positif dalam pembangunan maupun penanganan persoalan sosial dan lingkungan.

“Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan TNI AD menjadi modal penting dalam menghadirkan solusi yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menilai forum tersebut memberikan banyak masukan bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau sekaligus memperkuat penanganan persoalan sampah.

“Tadi banyak hal yang dibahas, terutama terkait persoalan sampah dan upaya mengantisipasi kemarau panjang. Ada beberapa opsi dan program yang disampaikan oleh Pak Gubernur maupun Pak Kasad yang bisa menjadi peluang bagi daerah,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah didorong untuk mengusulkan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan penanganan dampak kekeringan maupun penguatan pengelolaan lingkungan, termasuk program-program yang memungkinkan mendapat dukungan dari TNI AD.

“Kami akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini. Dinas Lingkungan Hidup akan menyusun dan memetakan kebutuhan yang diperlukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, sehingga ketika kondisi tersebut terjadi, masyarakat sudah mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang optimal,” jelasnya.

Menurut Wali Kota, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI AD menjadi peluang besar untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi daerah.

“Dengan kolaborasi yang semakin kuat, upaya penanganan sampah maupun mitigasi kekeringan diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pilarfakta.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati dan Ketua DPRD Humbahas Hadiri Peresmian Posbankum, Menteri Hukum RI serahkan Piagam Penghargaan kepada Bupati Humbang Hasundutan
Bhabinkamtibmas Masangan Monitoring Peternakan Puyuh Produktif Milik Bumdes
Tanda Tangan Dipalsukan di SKGR, DPR RI Minta Polda Riau Batalkan SP3 Kasus Warga Rohil
Audensi Forum FPII bersama Kejari Kuansing berjalan lancar sambil minum santai
Ketua Pengurus Harian YLBH Sarana Keadilan Rakyat, Mukhamad Khoirul Huda, mengusulkan agar yayasan tersebut dibubarkan
Forum Pers Independent Indonesia berkunjung ke Polres Kuansing untuk audensi bersama Kapolres
Polres Pelabuhan Tanjungperak Lakukan Tindakan Tegas Terukur, Komplotan Curanmor yang Beraksi di 10 TKP
Tim URC Polrestabes Surabaya Amankan 2 Tersangka Curanmor Milik Kurir
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:46 WIB

Bupati dan Ketua DPRD Humbahas Hadiri Peresmian Posbankum, Menteri Hukum RI serahkan Piagam Penghargaan kepada Bupati Humbang Hasundutan

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:46 WIB

Bhabinkamtibmas Masangan Monitoring Peternakan Puyuh Produktif Milik Bumdes

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:16 WIB

Tanda Tangan Dipalsukan di SKGR, DPR RI Minta Polda Riau Batalkan SP3 Kasus Warga Rohil

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:33 WIB

Audensi Forum FPII bersama Kejari Kuansing berjalan lancar sambil minum santai

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:45 WIB

Ketua Pengurus Harian YLBH Sarana Keadilan Rakyat, Mukhamad Khoirul Huda, mengusulkan agar yayasan tersebut dibubarkan

Berita Terbaru